kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.091   -73,54   -1,03%
  • KOMPAS100 976   -13,22   -1,34%
  • LQ45 719   -13,16   -1,80%
  • ISSI 249   -2,22   -0,88%
  • IDX30 391   -7,38   -1,85%
  • IDXHIDIV20 489   -9,08   -1,82%
  • IDX80 110   -1,64   -1,47%
  • IDXV30 134   -2,29   -1,68%
  • IDXQ30 128   -2,05   -1,58%

Pemerintah buka keran impor jagung 200.000 ton


Selasa, 01 Mei 2012 / 16:41 WIB
Pemerintah buka keran impor jagung 200.000 ton
ILUSTRASI. Ilustrasi posko pengaduan THR 2021. ANTARA FOTO/Reno Esnir/kye/18.


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kabar gembira bagi para produsen pakan ternak dalam negeri. Pasalnya, Mei ini Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan sinyal impor jagung sebanyak 200.000 ton.

Syukur Iwantoro, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan Kementan dan Gabungan Pengusaha Makan Ternak (GPMT), stok jagung April-Juni berada dikisaran 3,3 juta ton. "Posisinya tersebar di daerah, dan terkendala biaya transportasi," kata Syukur (1/5).

Meski ada kebijakan importasi jagung, namun Syukur bilang jumlah ini hanya berlaku untuk mengisi kekurangan bagi perusahaan pakan pada bulan Mei saja. Untuk kuotanya sendiri, Syukur bilang jumlahnya tidak lebih dari 200.000 ton.

Berdasarkan survei tersebut, beberapa daerah yang masih potensial menghasilkan jagung antara lain Dompu dan Sumbawa. Proses importasi ini menurut Syukur masih melalui Kementerian Pertanian, pasalnya tata niaga impor produk hortikultura belum diterbitkan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×