kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Impor jagung di kuartal I 2011 sebanyak 200.000 ton


Senin, 11 April 2011 / 19:41 WIB
Impor jagung di kuartal I 2011 sebanyak 200.000 ton
ILUSTRASI. Pekerja memindahkan air minum dalam kemasan (AMDK) ke kendaraan di pabik air mineral kawasan Kalibata, Jakarta, Kamis (22/8/2019). Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) menargetkan pertumbuhan bisnis AMDK pada tahun ini bisa menc


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Walaupun industri lokal masih bergantung pada jagung impor, namun pelaku industri tetap mengandalkan produksi jagung lokal. Sudirman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GMPT) mengatakan, pada kuartal I 2010 impor jagung hanya sebanyak 200.000 ton. Sementara prediksi impor jagung tahun ini mencapai 2 juta ton.

Pelaku industri di dalam negeri masih menunggu hasil panen raya yang akan dimulai bulan ini. Jika produksi jagung nasional sebanyak 4,8 juta ton, industri lokal tidak perlu mengimpor lagi. "Namun, hal itu terasa sulit, apalagi cuaca ekstrim masih mengancam," katanya.

Selama ini, Indonesia masih mengimpor jagung dari Amerika Serikat dan Brazil. "Jika sampai akhir Mei nanti panen seret, terpaksa kami akan impor jagung lagi hingga akhir tahun. Sebab, industri pakan ternak masih kekurangan bahan baku," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×