kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Impor jagung di kuartal I 2011 sebanyak 200.000 ton


Senin, 11 April 2011 / 19:41 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memindahkan air minum dalam kemasan (AMDK) ke kendaraan di pabik air mineral kawasan Kalibata, Jakarta, Kamis (22/8/2019). Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) menargetkan pertumbuhan bisnis AMDK pada tahun ini bisa menc


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Walaupun industri lokal masih bergantung pada jagung impor, namun pelaku industri tetap mengandalkan produksi jagung lokal. Sudirman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GMPT) mengatakan, pada kuartal I 2010 impor jagung hanya sebanyak 200.000 ton. Sementara prediksi impor jagung tahun ini mencapai 2 juta ton.

Pelaku industri di dalam negeri masih menunggu hasil panen raya yang akan dimulai bulan ini. Jika produksi jagung nasional sebanyak 4,8 juta ton, industri lokal tidak perlu mengimpor lagi. "Namun, hal itu terasa sulit, apalagi cuaca ekstrim masih mengancam," katanya.

Selama ini, Indonesia masih mengimpor jagung dari Amerika Serikat dan Brazil. "Jika sampai akhir Mei nanti panen seret, terpaksa kami akan impor jagung lagi hingga akhir tahun. Sebab, industri pakan ternak masih kekurangan bahan baku," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×