kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah buka sawah baru seluas 100.000 hektare


Rabu, 05 September 2012 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. Penampilan klasik bergaya Eropa, ini harga sepeda Polygon Oosten 26 terbaru Juli 2021


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Salah satu instrumen penting untuk meningkatkan produksi padi adalah kemampuan mencetak lahan sawah baru. Hal inilah yang dilakukan pemerintah yang akan menambah 100.000 hektare (ha) lahan sawah baru.

Untuk menambah lahan sawah baru itu, pemerintah mengalokasikan dana hingga Rp 1 triliun. Penambahan lahan dilakukan agar produksi padi tahun depan bisa mencapai 72,1 ton berupa gabah kering giling (GKG).

Sumardjo Gatot Irianto, Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan bilang, anggaran tersebut digunakan untuk biaya survey, investigasi, dan desain di lokasi yang akan menjadi lokasi sawah baru.

"Kami juga menyiapkan petani untuk menggarap lahan sawah baru tersebut," jelas Gatot saat dihubungi KONTAN, Rabu (5/9).

Lahan sawah baru nantinya akan berlokasi di pelbagai daerah, seperti; Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku Selatan, Papua Barat dan Papua.

Gatot berharap, adanya penambahan jumlah sawah baru tersebut diharapkan bisa meningkatkan produksi padi yang sangat diharapkan pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×