kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Pemerintah Cari Negara Pemasok Alternatif untuk Impor Pertalite


Senin, 02 November 2026 / 19:55 WIB
Pemerintah Cari Negara Pemasok Alternatif untuk Impor Pertalite
ILUSTRASI. Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaiman (NULL/NULL)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berupaya memperluas sumber impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite, dengan mencari negara pemasok alternatif. Diversifikasi tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap negara tertentu sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan BBM di dalam negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mengatakan, pemerintah tengah menjajaki sejumlah negara yang berpotensi menjadi pemasok Pertalite.

Langkah ini menyusul informasi bahwa PT Pertamina Patra Niaga mendapatkan pasokan Pertalite dari China dan India. Kedua negara tersebut menjadi alternatif untuk memperluas sumber impor yang sebelumnya didominasi Singapura.

"Kalau Pertalite, kan sebelumnya diimpor juga dari negara yang satu (Singapura) itu kan. Nah, ini kita cari diversifikasi dari negara lain," ujar Laode saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM pada Senin (2/11/2026).

Baca Juga: PMI Manufaktur Indonesia Tembus 54,0, Investasi Industri Masih Tertahan

Meski demikian, Laode belum mengungkapkan negara-negara yang akan menjadi prioritas dalam upaya diversifikasi pemasok Pertalite tersebut.

Menurut dia, pemerintah masih menjalankan langkah-langkah sesuai dengan arahan Menteri ESDM.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah mempersiapkan implementasi Badan Layanan Umum (BLU) Migas yang nantinya berkaitan dengan pengelolaan impor BBM.

Namun, implementasi BLU Migas belum dapat berjalan sepenuhnya. Pemerintah masih perlu menyelesaikan penyempurnaan regulasi teknis serta mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×