kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.181   34,00   0,19%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Pemerintah Cari Alternatif Impor BBM India-China, Begini Catatan Aspermigas


Selasa, 27 Oktober 2026 / 15:30 WIB
Pemerintah Cari Alternatif Impor BBM India-China, Begini Catatan Aspermigas
ILUSTRASI. BBM satu harga di daerah 3T (ANTARA FOTO/Angga Palguna)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menjajaki alternatif pasokan impor BBM jenis RON 90 dari India dan China untuk menjaga ketahanan pasokan nasional.

Ketua Komite Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas), Moshe Rizal mencatat sebagian besar pasokan luar negeri Indonesia berasal dari negara tetangga yang memiliki kapasitas pengolahan besar serta keunggulan efisiensi jarak logistik pengiriman.

"Yang paling tinggi memang impor BBM itu dari Singapura, karena kapasitas kilang mereka juga cukup besar, paling besar dan paling bisa dijangkau dari sisi logistik dan lain sebagainya," ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: Pemerintah Ubah Skema Impor Minyak, BBM, dan LPG, Ini Mekanisme Barunya

Moshe menegaskan bahwa angka pasti mengenai volume serta proporsi impor dari masing-masing negara mitra secara teknis berada dalam kewenangan pencatatan pemerintah melalui kementerian terkait.

Terkait peluang kerja sama pasokan dengan India dan China, Moshe menilai menilai keberhasilannya amat bergantung pada kapasitas sisa serta skema kontrak yang disepakati. 

"Mereka juga butuh kan, mereka produksi untuk mereka sendiri. Seberapa besar yang mereka bisa alokasikan untuk Indonesia dan sifatnya apa jangka panjang atau jangka pendek itu kita lihat saja nanti hasil dari kerjanya Pak Menteri yang ke sana, semoga berhasil," tuturnya.

Moshe mengungkapkan, langkah pencarian sumber pasokan baru tersebut penting sebagai antisipasi risiko rantai pasok global.

Kebijakan menambah daftar negara pemasok dianggap dapat memperkuat keandalan pasokan energi nasional di tengah tingginya ketidakpastian kondisi geopolitik serta dinamika logistik internasional.

Baca Juga: Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Jam Operasional SPBU, Ini Alasannya

"Memang kalau dibilang kita perlu sebanyak mungkin diversifikasi, jadi misalkan kalau ada satu gangguan, mau itu gangguan geopolitik, gangguan logistik kita ada alternatif lain yang bisa kita kembangkan," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, selain India dan China, potensi pasokan alternatif lain juga terbuka dari negara produsen BBM besar seperti Rusia maupun Nigeria yang baru meningkatkan kapasitas kilangnya.

"Nigeria itu baru bangun kilang baru. Nigeria itu juga produsen dengan kapasitas kilang terbesar di Afrika. Dan kemungkinan ada kapasitas kilang lain yang bisa di alokasikan juga dari Rusia," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×