kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Pemerintah diminta replanting perkebunan sawit


Rabu, 05 Februari 2014 / 18:35 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi harga emas siang ini, Kamis (15/9/2022), produksi Antam dan UBS di Pegadaian. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Guna terus mendorong peningkatan produksi minyak sawit, pemerintah diharapkan melakukan program replanting atau penanaman pohon sawit kembali. Khususnya bagi petani sawit independen.

Pasalnya, dengan perawatan yang minim dan keterbatasan pembiayaan produktifitas minyak sawit dari para petani tersebut hanya sekitar dua ton per ha-tiga ton per hektare (ha) saja.

Daud Dharsono, Presiden Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk mengatakan, setidaknya luasan lahan perkebunan sawit yang harus di replanting tersebut mencapai dua juta ha. Dia menghitung, biaya replanting yang harus dikeluarkan mencapai US$ 8.000 per ha. "Oleh sebab itu perlu adanya dukungan," ujar Daud, Rabu (5/2).

Padahal, bila dikelola dan dirawat dengan baik produktifitas CPO dapat menghasilkan dua kali lipat. Daud bilang, bila menggunakan Good Agricultural Practices (GAP) maka produksi CPO dapat mencapai hingga 7,5 ton per ha.

Sekedar gambaran saja, luas areal perkebunan sawit di Indonesia saat ini mencapai 9 juta hektare (ha). Dari jumlah tersebut 50% dimiliki oleh swasta, seluas 8% dimiliki pemerintah, dan sisanya milik petani rakyat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×