kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Pemerintah genjot produksi beras dengan manfaatkan rawa sebagai lahan tanam


Kamis, 07 Juli 2011 / 11:30 WIB
ILUSTRASI. Menurut jajak pendapat Reuters / Ipsos di tiga bagian yang jadi kunci menunjukkan calon Partai Demokrat Joe Biden unggul tipis atas Donald Trump, calon dari Partai Republik


Reporter: Bernadette Christina | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Menteri Pertanian Suswono mengatakan, pemerintah akan mengoptimalkan penggunaan lahan rawa untuk meningkatkan produksi beras nasional.

Dengan mengoptimalkan penggunaan 300.000 hektare (ha) lahan rawa, pemerintah akan berusaha untuk mengantisipasi produksi beras pada musim kemarau mendatang.

"Dengan begitu, diharapkan target produksi 70,6 juta ton bisa terpenuhi. Dari penggunaan lahan rawa diharapkan bisa memproduksi 1,5 juta ton gabah kering panen (GKP)," kata Suswono ketika ditemui di sela acara tinjauan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis(7/7).

Langkah ini terkait angka ramalan (Aram) II produksi beras nasional yang diumumkan BPS bahwa produksi beras hanya naik 2,4% menjadi 68,06 juta ton. Angka ini meleset dari target pemerintah sebesar 70,06 juta ton.

Menteri Pertanian optimistis target produksi tahun ini masih bisa tercapai jika optimalisasi lahan rawa ini dilakukan. Untuk mendukung ini, pada 12 Juli mendatang pemerintah akan menggelar pekan rawa nasional.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×