kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Pemerintah: Harga tiket pesawat yang mahal itu sebenarnya normal


Jumat, 09 Agustus 2019 / 19:58 WIB

Pemerintah: Harga tiket pesawat yang mahal itu sebenarnya normal

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penasehat Kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lin Che Wei menyebut harga tiket yang kerap disebut mahal sebenarnya adalah harga yang kembali normal setelah sempat berada di harga tidak wajar alias harga murah. 

Pasalnya bila terlalu murah, moda pesawat terbang bisa menyaingi dan menggerus pengguna moda transportasi lain dan berujung tidak laku. 

Baca Juga: Perhatian, Wings Air tidak akan terbang ke Aceh Utara selama perayaan Idul Adha

"Harusnya airlines adalah bisnis yang investasi paling besar, paling nyaman, paling cepat. Apabila murah, seluruh moda lain, habis. Airlines predatory pricing, sehingga bus mati dan lain-lainnya mati. Buat saya sebagai pengambil kebijakan, era mana yang sebenarnya harga normal? Kalau saya lihat dari sisi ekonomi era sekarang yang normal," kata Lin Che Wei di Jakarta, Jumat (9/8). 

Lin mengatakan, bisnis penerbangan udara adalah bisnis yang enigma, alias bisnis yang aneh dan membuat bertanya-tanya. 

Sebab, paling maju dalam sisi teknologi tapi profitnya sangat marginal. Sehingga fenomena murahnya tiket pesawat merupakan fenomena tak lazim. 

Baca Juga: 3 Destinasi Indonesia yang Masuk Rute Penerbangan Singapore Airlines

Selain itu, ucap Lin, masyarakat yang berteriak tiket mahal sebenarnya telah terbiasa dengan adanya tiket murah, sehingga tiket yang kembali normal kerap disebut mahal. 

"Karena sudah dinina-bobokan (terbiasa) dulu. Masyarakatnya sudah terbiasa dengan sesuatu yang tidak wajar kan. Kayak sekarang lah kamu naik gojek," ucap Lin. 

Pengamat dunia penerbangan Chappy Hakim mengamini. Menurutnya tiket udara pasti mahal karena memberikan kenyamanan dan kecepatan.   

Lebih lanjut dia menjelaskan, mahalnya tiket pesawat yang belakangan terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti adanya musim tertentu dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. 

Baca Juga: Eks Dirut Garuda dan pusaran kasus pencucian uang


Sumber : Kompas.com
Editor: Tendi

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.1194

Close [X]
×