kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Pemerintah lambat antisipasi kenaikan harga pangan


Senin, 16 Februari 2015 / 17:57 WIB
Pemerintah lambat antisipasi kenaikan harga pangan
ILUSTRASI. Jadwal lengkap kereta (KA) Prameks, Sabtu-Minggu, 2-3 September 2023


Reporter: Mona Tobing | Editor: A.Herry Prasetyo

JAKARTA. Pemerintah dinilai lamban mengantisipasi kenaikan harga pangan. Harga kebutuhan pangan terus merangkak naik lantaran distribusi pangan terhambat karena curah hujan tinggi.

Abdullah Mansuri, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, mengatakan, Kementerian Pertanian (Kemtan) dan Kementerian Perdagangan (Kemdag) justru saling lempar tanggungjawab atas kenaikan harga bahan pangan. Kedua kementerian tersebut seakan seakan membiarkan kenaikan harga pangan terus terjadi. Abdullah menambahkan, Bulog juga terlambat melakukan operasi pasar ketika harga beras sudah naik diatas 20%.

Menurut Abdullah, peran Kemtan dalam mengantisipasi lonjakan harga pangan juga tidak tampak. Semestinya, Kemtan tidak bisa hanya mengejar produksi pangan tanpa melakukan pemantauan hasil produksi saat ini. Abdullah menyarankan, Kemtan segera membentuk tim pemantauan produksi hasil pertanian.  “Jika tidak mau impor, Kemtan sebaiknya menghitung berapa jumlah stok yang ada," tandas Abdullah pada Senin (16/2).

Seperti diketahui, dalam dua pekan terakhir, harga pangan terus mengalami kenaikan lantaran distributor kesulitan menembuas pasar saat banjir. Kenaikan harga terjadi di beberapa daerah seperti di Jawa Tengah, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Abdullah menyebut rata-rata kenaikan harga mencapai Rp 1.000 untuk setiap jenis komoditas pangan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×