kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Pemerintah mengklaim, harga beras melandai


Senin, 02 Maret 2015 / 18:32 WIB
Pemerintah mengklaim, harga beras melandai
ILUSTRASI. rekomendasi saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)


Reporter: Handoyo | Editor: Andri Indradie

JAKARTA. Pemerintah mengklaim, harga beras sudah kembali normal. Meski begitu, tingkat penurunannya belum signifikan. Kondisi ini terjadi lantaran beberpa intervensi pasar yang dilakukan oleh pemerintah dengan mengelontorkan beras melalui operasi pasar dan menormalkan kembali Raskin (beras untuk keluarga miskin).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, penurunan harga beras tersebut berada di kisaran Rp 150 - Rp 200 per kilogram (kg). "Pelaku pasar sudah tahu beras akan disuplai pemerintah," kata Sofyan, Senin (2/3).

Untuk terus menekan harga, pemerintah berjanji akan mengelontorkan raskin lagi sebagai mana mestinya. Pada bulan Maret ini, raskin yang akan disalurkan mencapai 232.000 ton. Di samping itu, cadangan beras pada bulan Februari juga akan digelontorkan.

Sofjan mengaku, melambungnya harga beras yang terjadi saat ini disebabkan oleh minimnya pasokan beras. Raskin yang seharusnya disalurkan pada bulan November-Desember tahun lalu kosong, sehingga permintaan menjadi tak seimbang.

Di sampaing itu, pada bulan Januari-Februari, Raskin yang disalurkan oleh pemerintah juga di bawah kebutuhan. Catatan saja, seharusnya dalam dua bulan itu kebutuhan Raskin dapat mencapai 464.000 ton. Namun, kenyataannya, yang disalurkan hanya mendekati 300.000 ton saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×