kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.884   -16,00   -0,09%
  • IDX 7.995   60,15   0,76%
  • KOMPAS100 1.128   11,02   0,99%
  • LQ45 818   2,35   0,29%
  • ISSI 282   4,49   1,62%
  • IDX30 426   -0,37   -0,09%
  • IDXHIDIV20 512   -3,30   -0,64%
  • IDX80 126   0,89   0,71%
  • IDXV30 139   0,12   0,09%
  • IDXQ30 138   -0,67   -0,48%

Pemerintah Minta Daerah Pantau Distribusi Daging dan Jerohan Ilegal


Minggu, 04 Juli 2010 / 22:33 WIB
Pemerintah Minta Daerah Pantau Distribusi Daging dan Jerohan Ilegal


Reporter: Amailia Putri Hasniawati |


JAKARTA. Pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran ke sejumlah dinas peternakan daerah untuk memantau dan menghentikan distribusi daging dan jerohan bersertifikat halal ilegal tersebut untuk sementara.

“Daging-daging itu sudah ada di gudang penyimpanan si importir yang ada di Banten, DKI dan Jawa Barat," kata Direktur Jenderal Peternakan Kementan Tjeppy Daradjatun Soedjana.

Dirjen Peternakan juga sudah melayangkan surat kepada CV SLP untuk minta klarifikasi mengenai masalah tersebut, namun belum mendapat balasan.

Asal tahu saja, Kamis (1/7) lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaporkan ke Badan Karantina Pertanian karena telah menemukan daging dan jerohan sapi dengan sertifikat halal palsu. Sertifikat halal palsu tersebut konon milik salah satu perusahaan importir yang berinisial CV SLP.

MUI curiga karena terdapat perbedaan tajam antara jumlah sertifikat halal yang dikeluarkan Halal Transaction of Omaha, lembaga sertifikasi halal AS, dengan dengan sertifikat halal yang beredar di pasar. Daging dan jerohan ini ditengarai beredar di pasaran sejak 2007-2010.

Sebelumnya, Kementan juga kecolongan atas impor 2.159 ekor sapi bakalan ilegal yang dilakukan PT Sasongko Prima. Surat Permohonan Pemasukan (SPP) importir itu kadaluarsa.

Lalu, ditemukan pula sapi impor bakalan dengan berat melebihi ketentuan 350 kg sebanyak 1.027 ekor di Lampung. Importirnya adalah PT Santosa Agrindo (Santori), PT Agro Giri Perkasa (AGP), dan PT Great Giant Livestock Company (GGLC).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×