Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Shell Indonesia menyatakan tengah bekerja sama secara intensif dengan pemerintah Indonesia terkait kuota impor bahan bakar minyak (BBM) tahun 2026, menyusul laporan adanya kelangkaan sejumlah produk bahan bakar di beberapa SPBU Shell.
Beberapa jenis bensin Shell dilaporkan mengalami keterbatasan pasokan di sejumlah SPBU di Jakarta dan kota-kota penyangga di sekitarnya.
Baca Juga: Satelit Nusantara Lima Sukses Capai Orbit, Perkuat Infrastruktur Satelit Nasional
“Shell Indonesia terus bekerja sama secara erat dengan pemerintah terkait pengajuan kuota impor BBM 2026, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata perusahaan dilansir dari laman Reuters, Kamis (29/1/2026).
Namun, Shell enggan memberikan komentar lebih lanjut mengenai status izin impor BBM untuk tahun berjalan.
Baca Juga: Kementerian Perdagangan Terbitkan Permendag Baru Atur Ekspor Karet Alam
Pada tahun lalu, sejumlah peritel BBM swasta di Indonesia sempat mengalami kelangkaan pasokan, setelah pemerintah membatasi impor dan meminta mereka untuk lebih banyak mengimpor BBM melalui PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan energi milik negara.
Pemerintah pada November lalu menyatakan bahwa Shell telah menyepakati pembelian sekitar 100.000 barel bensin melalui Pertamina, yang dijadwalkan untuk dikirim sebelum akhir 2025.
Selanjutnya: Kementerian ESDM Akan Terbitkan 313 Izin Tambang Rakyat Baru
Menarik Dibaca: Peringatan Dini Cuaca Besok (30/1), Hujan Amat Deras Guyur Provinsi Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












