kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pemerintah targetkan digitalisasi nozzle di SPBU tuntas Juni 2020


Minggu, 16 Februari 2020 / 11:54 WIB
Pemerintah targetkan digitalisasi nozzle di SPBU tuntas Juni 2020
ILUSTRASI. Konsumen mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina di Jakarta, Selasa (1/9). Pemasangan ini diharapkan mampu meminimalisir penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan pemasangan digitalisasi nozzle pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akan efektif pada Juni 2020 nanti. Pemasangan ini diharapkan mampu meminimalisir penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fansurullah Asa menyampaikan, PT Pertamina (Persero) dan PT Telkom (Persero) telah berkomitmen terhadap penggunaan informasi teknologi (IT) sebagai langkah efektif dalam mengendalikan pendistribusian BBM bersubsidi.

Dia pun menyebut, digitalisasi nozzle dibutuhkan mengingat sepanjang tahun lalu BPH Migas menemukan 404 kasus penyelewengan BBM bersubsidi. "Menteri ESDM, Dirut Pertamina, Dirut Telkom sudah sepakat di Juni 2020 IT nozzle yang mencatat CCTV, mencatat nomor polisi itu sudah berjalan," kata Ifan, panggilan akrab Fansurullah Asa dalam siaran pers di Kementerian ESDM, Jumat (14/2) lalu.

Baca Juga: Laba bersih Pertamina di 2019 anjlok menjadi US$ 2,1 miliar

Pemasangan digitalisasi nozzle ditargetkan pada 5.518 SPBU di seluruh Indonesia. Hingga 10 Februari lalu, 4.062 SPBU sudah terpasang Automatic Tabk Gauge (ATG), 2.919 SPBU sudah terpasang electronic data capture (EDC), dan 1.138 SPBU telah mampu mencatat nomor polisi secara manual menggunakan EDC.

Menteri ESDM sebenarnya sudah menginstruksikan pencatatan penjualan Jenis BBM Tertentu (JBT) berbasis elektronik kepada Pertamina berdasarkan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM. Instruksi ini diamanatkan dalam Surat Menteri No. 2458/10/MEM.S/2018 tertanggal 22 Maret 2018.

Berdasarkan Nota Keuangan Rancangan APBN Tahun Anggaran 2020, kuota penyaluran BBM JTB atau BBM bersubsidi sebanyak 15,87 juta kiloliter yang meliputi 15,31 juta kiloliter untuk BBM solar dan 0,56 juta kiloliter BBM minyak tanah.

Dari situ, Pertamina mendapatkan kuota 15,07 juta kiloliter JBT solar, sedangkan 234 ribu kiloliter JBT solar untuk PT AKR Corporindo Tbk. Adapun Kouta BBM JBT tahun 2020 ini naik 5,03% dari tahun 2019 lalu menjadi 15,11 juta kiloliter.

Baca Juga: Pertamina sebut digitalisasi nozzle SPBU sudah mencapai setengah dari target

Ifan melanjutkan, langkah yang ditempuh pemerintah selain digitalisasi nozzle adalah revisi beleid Perpres No. 191 Tahun 2014 terkait perubahan konsumen pengguna kendaraan.




TERBARU

Close [X]
×