Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengumumkan lapangan migas Wilayah Kerja (WK) Mabelo sebagai wilayah kerja (WK) available yang siap ditawarkan kepada investor yang berminat.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pemerintah memiliki kebijakan, tanggung jawab, dan kewajiban dalam memastikan ketersediaan energi nasional. Saat ini, konsumsi energi Indonesia masih sangat bergantung pada sektor minyak dan gas bumi (migas).
Oleh karena itu, menurutnya, kegiatan eksplorasi dan eksploitasi menjadi fondasi utama dalam upaya pemerintah untuk menemukan cadangan baru sekaligus meningkatkan produksi migas guna menjaga ketahanan energi di masa depan.
“Dalam rangka menjaga ketersediaan energi nasional di masa depan, Kementerian ESDM terus mendorong kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi sehingga diharapkan dapat diperoleh cadangan–cadangan baru,” ujar Laode lewat keterangan tertulis, Selasa (17/03/2026).
Baca Juga: Investasi Gas US$15 Miliar Eni Siap Serap Ribuan Tenaga Kerja!
Berdasarkan informasi dari laman resmi Direktorat Migas, WK Mabelo berada di wilayah onshore dan offshore Sulawesi Tenggara. Wilayah ini diperkirakan memiliki potensi sumber daya minyak dan gas bumi sekitar 282 Million Stock Tank Barrels (MMSTB).
Secara keseluruhan, WK Mabelo memiliki luas area mencapai 7.334,24 kilometer persegi. Skema kontrak yang ditawarkan adalah bagi hasil (production sharing contract/PSC) dengan mekanisme cost recovery.
Adapun pembagian hasil ditetapkan sebesar 55:45 untuk minyak dan 50:50 untuk gas, yang diharapkan dapat memberikan daya tarik kompetitif bagi investor migas.
Baca Juga: Kementerian ESDM Umumkan Pemenang 9 Blok Migas, Investasi Capai US$84,75 Juta
Selain itu, pemerintah juga menetapkan komitmen kerja pasti selama tiga tahun pertama. Komitmen tersebut mencakup kegiatan geologi dan geofisika (G&G), serta akuisisi dan pemrosesan data seismik 3D seluas 250 kilometer persegi. Alternatif lainnya adalah akuisisi dan pemrosesan seismik 2D sepanjang 500 kilometer.
Sebagai bagian dari persyaratan awal, investor juga diwajibkan membayar bonus tanda tangan (signature bonus) dengan nilai minimum sebesar US$ 200 ribu.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan daya tarik investasi di sektor hulu migas, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













