Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal terus menjadi salah satu strategi memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain mendorong inovasi produk, pendampingan usaha yang terintegrasi penting agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas akses pasar, serta memperkuat tata kelola bisnis.
Salah satu upaya tersebut melalui program pendampingan UMKM berbasis komoditas singkong di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program. Program berlangsung selama tiga bulan hingga Mei 2026 lalu mendpat dukungan Asuransi BRI Life dan BRI Research Institute.
Program ini fokus pada pengembangan produk olahan singkong bernilai tambah sekaligus peningkatan kapasitas usaha. Head of Corporate Secretary Division BRI Life, Ade Nasution mengatakan ,pendampingan tidak hanya melalui penyediaan sarana produksi, juga mencakup penguatan kapasitas usaha.
Baca Juga: Kejar Target 2026, Ditjen Pajak Layangkan Surat Pengingat Tagihan ke Para Penunggak
"Program ini juga memperkuat kapasitas usaha melalui pendampingan yang terstruktur agar masyarakat dapat terus berkembang setelah program selesai," ujar Ade, dalam keterangannya, Rabu (8/7).
Koordinator Rumah Produksi dan Pemasaran UMKM Monalisa, Mantik Bimo Nugroho, mengatakan pendampingan tersebut membantu kelompok meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha, memanfaatkan teknologi digital dan memperluas pemasaran produk olahan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, menilai program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing UMKM berbasis potensi lokal.
"Kolaborasi seperti ini mendukung penguatan UMKM sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," ujar Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














