kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.784   4,00   0,02%
  • IDX 8.127   4,30   0,05%
  • KOMPAS100 1.143   6,20   0,55%
  • LQ45 830   6,63   0,80%
  • ISSI 287   -1,88   -0,65%
  • IDX30 433   2,91   0,68%
  • IDXHIDIV20 518   3,66   0,71%
  • IDX80 128   0,97   0,76%
  • IDXV30 141   0,43   0,31%
  • IDXQ30 140   0,48   0,35%

Pendapatan Harum Energy (HRUM) tertekan pada kuartal III 2020


Jumat, 06 November 2020 / 15:33 WIB
Pendapatan Harum Energy (HRUM) tertekan pada kuartal III 2020
ILUSTRASI. Pendapatan Harum Energy (HRUM) tertekan pada kuartal III 2020


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan harga batubara cukup mempengaruhi kinerja PT Harum Energy Tbk (HRUM) di sembilan bulan pertama 2020. Tercatat, HRUM membukukan pendapatan sebesar US$ 136,1 juta per kuartal III-2020 atau turun 32% (yoy) dibandingkan pendapatan di kuartal III-2019 sebesar US$ 200,3 juta.

Penurunan pendapatan HRUM tak lepas dari harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) batubara di kuartal III-2020 yang hanya mencapai US$ 54,2 per ton. Angka ini merosot 13% (yoy) dibandingkan ASP batu bara di kuartal III-2019 sebesar US$ 62,2 per ton.

“Rendahnya ASP merefleksikan tren penurunan harga batubara global yang terjadi sejak awal tahun,” tulis Manajemen HRUM dalam siaran pers di situs Harum Energy yang dikutip Kontan, Jumat (6/11).

Baca Juga: Simak rekomendasi saham UNVR, HRUM, dan BBNI untuk Selasa (3/11)

Selain itu, penurunan pendapatan HRUM juga disebabkan volume penjualan batu bara perusahaan yang ambles 22,7% (yoy) dari 3 juta ton di kuartal III-2019 menjadi 2,3 juta ton di kuartal III-2020.

Mayoritas penjualan batu bara HRUM ditujukan ke China dengan porsi 54% per kuartal III-2020. Setelah itu, terdapat Thailand (14%), Bangladesh (11%), Korea Selatan (10%), India (9%), Pakistan (1%), dan Filipina (1%) yang turut menjadi negara tujuan ekspor HRUM.

Setali tiga uang, produksi batu bara HRUM di 9 bulan pertama 2020 hanya mencapai 2,2 juta ton atau lebih rendah 19,8% (yoy) dibandingkan realisasi produksi di periode serupa tahun lalu sebanyak 2,7 juta ton.

Hingga kuartal III-2020, HRUM mencatatkan marjin laba kotor sebesar 27,5% atau lebih baik dibandingkan hasil di kuartal III-2019 sebesar 26,2%. Hal ini mencerminkan hasil dari peningkatan biaya produksi secara keseluruhan.

HRUM mencetak EBITDA sebesar US$ 23 juta hingga kuartal III-2020. Jumlah ini turun 31,5% (yoy) dibandingkan EBITDA perusahaan di kuartal III-2019 sebesar US$ 33,6 juta. Penurunan EBITDA ini sejalan dengan koreksi pendapatan HRUM.

Baca Juga: Kursi Panas Dirut Bank Mandiri Akan Ditentukan Dalam RUPSLB Hari Ini

Meski begitu, marjin EBITDA HRUM per kuartal III-2020 berada di level 16,9% alias sedikit lebih baik dibandingkan marjin EBITDA perusahaan di kuartal III-2019 sebesar 16,8%.

Per kuartal III-2020, HRUM mampu memperoleh keuntungan berupa apresiasi harga saham Nickel Mines Limited sebanyak US$ 12 juta. HRUM memang telah mengakuisisi perusahaan tambang asal Australia tersebut pada pertengahan tahun ini.

Baca Juga: Produksi Turun Per September, PT Harum Energy Tbk Bergeming Dengan Target Tahun Ini

Tak hanya itu, HRUM juga membukukan keuntungan selisih kurs sebesar US$ 5,6 juta pada kuartal III-2020. “Keuntungan selisih kurs berasal dari saldo kas dan setara kas dalam mata uang non-US$ milik perusahaan pada akhir periode pelaporan,” ungkap Manajemen HRUM.

Berkat faktor-faktor tadi, HRUM sukses meraup laba bersih sebesar US$ 25,7 juta per kuartal III-2020 atau naik 60,4% (yoy) dibandingkan laba bersih di kuartal III-2019 sebesar US$ 16 juta.

Selanjutnya: Perusahaan tambang menjaga tingkatan pendanaan korporasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×