Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lautan Luas Tbk (LTLS) membukukan pendapatan sebesar Rp 8,2 triliun hingga kuartal III 2026, meningkat 27,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp6,4 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh industri kimia (chemicals) dan air (water industries), dengan dukungan peningkatan volume penjualan serta harga jual.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih Perseroan meningkat 63,1% menjadi Rp 196 miliar dari Rp 120 miliar pada kuartal III 2025. Peningkatan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan ini turut diikuti perbaikan margin laba kotor menjadi 18,5%, dibandingkan 15,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau meningkat 2,8 poin persentase.
Baca Juga: Lautan Luas (LTLS) Perkuat Bisnis Air, Bidik Kontribusi di Atas 15%
Kinerja operasional perusahaan juga menunjukkan peningkatan. Laba usaha mencapai Rp 559 miliar, naik 81,6% dibandingkan kuartal III 2025 yakni Rp 308 miliar. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp 665 miliar pada kuartal III 2026, dibandingkan Rp 421 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi kontribusi bisnis, segmen distribusi menyumbang 49% dari total pendapatan pada kuartal III 2026, diikuti segmen manufaktur sebesar 45% dan segmen pendukung dan jasa sebesar 6%.
“Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga kuartal III 2026 didukung oleh peningkatan volume penjualan serta harga jual yang menguntungkan. Kami juga mencatat perkembangan positif pada sejumlah indikator kinerja operasional dan keuangan. Ke depan, pengelolaan bisnis dan keuangan akan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasional Perseroan,” ujar Eurike Hadijaya, Head of Investor Relations, Corporate Communications and ESG PT Lautan Luas Tbk, Selasa (27/10/2026).
Dari sisi pengelolaan keuangan, sejumlah rasio utama perusahaan menunjukkan perbaikan. Rasio net debt terhadap EBITDA tercatat sebesar 1,32 kali, membaik dibandingkan 2,36 kali pada kuartal III 2025. Rasio EBITDA terhadap beban bunga bersih juga meningkat dari 4,84 kali menjadi 7,54 kali.
Sementara itu, rasio lancar (current ratio) tercatat sebesar 1,15 kali dan tetap berada pada tingkat yang dinilai sehat dalam laporan perusahaan. Siklus modal kerja Working Capital Cycle (WCC) Perseroan tercatat selama 52 hari, lebih singkat dibandingkan 56 hari pada kuartal III 2025.
Pada akhir September 2026, total aset Perseroan mencapai Rp 7,8 triliun, meningkat dibandingkan Rp 6,7 triliun pada akhir 2025. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan piutang usaha dan persediaan sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Posisi persediaan dan utang usaha yang lebih tinggi juga mencerminkan penempatan persediaan strategis untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan mendukung permintaan.Perusahaan juga telah menjadwalkan pembayaran utang obligasi yang akan jatuh tempo pada November 2026.
Seiring dengan pertumbuhan bisnis tersebut, Lautan Luas terus mengoptimalkan kegiatan usaha di segmen distribusi, manufaktur, serta pendukung dan jasa untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri. Pengelolaan modal kerja dan keuangan tetap menjadi perhatian Perseroan dalam menjaga efisiensi operasional dan mendukung keberlanjutan bisnis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













