Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan kenaikan pendapatan usaha pada semester I-2026.
Meski demikian, peningkatan pendapatan tersebut belum mampu menopang kinerja laba sehingga perseroan berbalik mencatatkan rugi pada paruh pertama tahun ini.
Mengutip laporan keuangan pada Kamis (23/7), pendapatan usaha PPRO meningkat 20,35% menjadi Rp 171,18 miliar pada semester I-2026, dari Rp 142,24 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan tersebut ditopang oleh penjualan real estat sebesar Rp 113,45 miliar, yang terdiri dari penjualan apartemen Rp 111,27 miliar, perumahan Rp 810,81 juta, dan tanah Rp 1,36 miliar.
Baca Juga: Paradise Property (INPP) Targetkan Pendapatan Berulang di Atas 75%, Ini Strateginya
Selain itu, PPRO membukukan pendapatan properti sebesar Rp 57,73 miliar, yang berasal dari pendapatan hotel Rp 42,68 miliar, biaya layanan penyewa Rp 8,53 miliar, serta pendapatan sewa Rp 6,51 miliar.
Di sisi lain, beban pokok penjualan meningkat 17,28% menjadi Rp 163,94 miliar, dibandingkan Rp 139,78 miliar pada semester I-2025.
Meski beban pokok penjualan meningkat, laba kotor PPRO melonjak 195,51% menjadi Rp 7,24 miliar, dari sebelumnya Rp 2,45 miliar.
Sementara itu, beban usaha juga naik 6,79% menjadi Rp 28,94 miliar, dibandingkan Rp 27,10 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pada akhirnya, PPRO membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 201,71 miliar pada semester I-2026. Kondisi ini berbalik dari semester I-2025 ketika perseroan masih mencatatkan laba sebesar Rp 47,18 miliar.
Baca Juga: REI: Permintaan Rumah di Kawasan Penyangga Jakarta Masih Solid hingga Akhir 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














