Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 808,07 miliar pada semester I-2026. Angka ini meningkat 10,29% dibandingkan Rp 732,65 miliar di posisi yang sama tahun lalu.
Merujuk siaran pers yang dirilis Selasa (14/7/2026), kinerja pada periode tersebut terdiri atas pendapatan dari lini bisnis Beton Precast sebesar Rp 310,30 miliar, Readymix & Quarry sebesar Rp 180,95 miliar, serta Jasa Konstruksi sebesar Rp316,81 miliar.
Kepala Divisi Corporate Secretary PT Waskita Beton Precast Tbk Fandy Dewanto mengatakan kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengerjaan berbagai proyek strategis di sejumlah wilayah Indonesia, antara lain proyek Tangguh UCC Onshore, Pembangunan Gedung KCN Marunda, Proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 3 (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 3, Perbaikan Jalan Tol KAPB, serta Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura.
Baca Juga: Aturan EUDR Berlaku Akhir 2027, Eksportir Kopi RI Bakal Kenakan Biaya ke Pembeli
“Selain itu, ada juga Proyek Pembangunan Laboratorium Terpadu Universitas Khairun, Proyek Pembangunan Gedung L-SSIT Universitas Udayana, dan berbagai proyek lainnya yang terus dikerjakan Perseroan dengan mengedepankan kualitas produk, ketepatan waktu pelaksanaan, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja,” ungkap Fandy, dalam siaran pers, Selasa (14/7/2026).
Sejalan dengan pelaksanaan berbagai proyek tersebut, WSBP juga terus menjaga efektivitas operasional melalui penerapan berbagai langkah efisiensi secara berkelanjutan.
Tercermin dari penurunan Beban Umum dan Administrasi (BUA) sebesar 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari Rp 191,85 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp 161,18 miliar pada semester I-2026.
WSBP juga berhasil meningkatkan produktivitas aset dengan mengoptimalkan utilisasi fasilitas produksi guna mendukung efektivitas operasional secara berkelanjutan sehingga dapat menekan beban Non-Contributing Plant dari Rp17,74 miliar menjadi Rp5,31 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Perseroan terus berfokus menjaga keberlangsungan operasional melalui penyelesaian proyek secara tepat mutu, tepat waktu, dan sesuai standar keselamatan kerja. Di saat yang sama, berbagai langkah efisiensi serta peningkatan produktivitas juga terus kami lakukan agar operasional perusahaan dapat berjalan lebih efektif serta mendukung penguatan kinerja usaha secara bertahap," tambahnya.
Baca Juga: Nindya Karya Tuntaskan Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat di Empat Provinsi
WSBP terus mengoptimalkan kapabilitas operasional melalui peningkatan produktivitas fasilitas produksi, pengendalian biaya, serta optimalisasi pemanfaatan aset dan sumber daya yang dimiliki.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam memperkuat fondasi operasional sekaligus menjaga daya saing perusahaan di tengah tantangan industri konstruksi.
Ke depan, WSBP akan terus berfokus pada penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan, menjaga kualitas produk dan layanan, serta melanjutkan berbagai inisiatif efisiensi secara berkelanjutan.
“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Perseroan optimistis dapat terus memperkuat kinerja operasional serta menangkap peluang usaha yang mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan," tandasnya.
Hingga akhir Juni 2026, perusahaan tercatat masih membukukan rugi bersih periode berjalan sebesar Rp 285,59 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan kerugian pada posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 236,88 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














