Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendapatan perusahaan pengelola jalan tol diperkirakan anjlok 70% hingga 80% per hari akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan larangan mudik Lebaran 2020 yang dimulai pada 24 April hingga 31 Mei 2020.
Kondisi tersebut terutama terjadi pada pengelola jalan tol di 14 ruas. Jalan tol itu meliputi tujuh ruas berada di DKI, lima di Jawa Barat, dan dua di Banten.
Untuk ruas tol di Jakarta, seperti Ruas tol Cawang–Tomang–Pluit, Cawang–Tanjung Priok–Ancol Timur–Jembatan Tiga/Pluit, JORR Non S (Seksi E1, E2, E3), JORR S, JORR W2 Utara, JORR W2 S, Dr. Ir. Soedijatmo. Rata-rata penurunan trafik ruas tol di DKI sebesar 42% dengan tingkat penurunan terbesar di ruas jalan tol Prof. Sedyatmo (Soedijatmo) sebesar 57%.
Di Jawa Barat, penurunan lalu lintas antara lain melanda ruas Jakarta–Bogor–Ciawi, Jakarta–Cikampek, Jakarta–Cikampek II Elevated, Cikampek–Padalarang, Padalarang–Cileunyi. Penurunan terbesar berada di ruas tol Jakarta–Cikampek sebesar 60%.
Di Banten, ruas tol Tangerang–Merak rata-rata penurunan lalu lintas 37%. Angka penurunan terbesar di ruas Kunciran–Serpong sebesar 60%.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, penurunan lalu lintas harian rata-rata (LHR) kendaraan jalan tol selama PSBB di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten berkisar 42% hingga 60%. "Dengan larangan mudik, trafik akan turun lagi, hingga tinggal 20%-30%," ujar Danang, Sabtu (2/5).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













