kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.921   51,00   0,29%
  • IDX 5.680   -141,04   -2,42%
  • KOMPAS100 733   -19,02   -2,53%
  • LQ45 559   -13,71   -2,39%
  • ISSI 197   -4,23   -2,10%
  • IDX30 318   -7,23   -2,22%
  • IDXHIDIV20 392   -8,58   -2,14%
  • IDX80 83   -2,13   -2,50%
  • IDXV30 106   -1,93   -1,78%
  • IDXQ30 103   -2,20   -2,10%

Penerbitan surat utang korporasi sektor energi dan tambang sudah lampaui tahun lalu


Selasa, 06 Oktober 2020 / 19:25 WIB
ILUSTRASI. Pefindo mencatat, penerbitan surat utang korporasi sektor energi dan pertambangan mengalami lonjakan di tahun ini.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

Di sisi lain, kendati penerbitan surat utang di sektor energi-pertambangan meningkat, namun penerbitan surat utang korporasi secara keseluruhan sektor usaha diprediksi anjlok jika dibandingkan tahun lalu.

Hendro memaparkan, sepanjang tahun 2019 lalu penerbitan surat utang korporasi mencapai Rp 146,5 triliun, sementara sampai dengan September 2020, penerbitan surat utang korporasi baru mencapai Rp 69,4 triliun.

Hendro berpandangan, pandemi Covid-19 menjadi penyebab merosotnya minat perusahaan untuk menerbitkan surat utang baru. Sebab, menurunnya kegiatan usaha akibat covid-19 ikut menyebabkan perubahan rencana ekspansi yang sudah direncanakan perusahaan. Alhasil, terjadi penundanaan ekspansi akibat pandemi.

"Akibatnya juga menunda kebutuhan pendanaan untuk ekspansi tersebut. Bank dan perusahaan pembiayaan juga lebih selektif dalam menyalurkan kredit sehingga mempengaruhi rencana penerbitan surat utang untuk mendukung penyaluran kredit tersebut," imbuh Hendro.

Selanjutnya: Prospek obligasi Indonesia dinilai masih menarik meski risiko meningkat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×