kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.167   14,00   0,08%
  • IDX 5.112   15,20   0,30%
  • KOMPAS100 659   2,26   0,34%
  • LQ45 520   1,82   0,35%
  • ISSI 171   0,35   0,20%
  • IDX30 292   0,61   0,21%
  • IDXHIDIV20 393   1,10   0,28%
  • IDX80 76   0,23   0,30%
  • IDXV30 109   0,01   0,01%
  • IDXQ30 98   0,40   0,41%

Pengamat: B30 tetap harus dioptimalkan kendati harga komoditas turun


Kamis, 19 Maret 2020 / 19:49 WIB
ILUSTRASI. Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar pada mobil bermesin diesel di Jakarta, Rabu (26/6). Penggunaan bahan bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel dinilai mampu menghemat impor hingga sen


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radi menilai, program implementasi bauran solar dan minyak kelapa sawit 30% atau B30 tetap harus dioptimalkan di tengah berbagai tantangan akhir-akhir ini.

Sebagai informasi, saat ini harga minyak mentah baik West Texas Intermediate (WTI) maupun Brent berada di bawah level US$ 30 per barel. Koreksi harga minyak pun diikuti pula oleh komoditas lainnya, termasuk Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit.

Baca Juga: Produsen biofuel masih menghitung efek anjloknya harga minyak ke program B30

Fahmy menyebut, meski sama-sama mengalami tren penurunan, tetap saja kondisi sekarang menunjukkan bahwa harga bahan bakar fosil lebih rendah ketimbang bahan bakar untuk B30. Di atas kertas, ini bisa membuka opsi bagi pemerintah untuk mengimpor minyak mentah sekaligus menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menurutnya, pemerintah dapat turun tangan untuk mengatasi tantangan fluktuasi harga komoditas tersebut dengan menerapkan kebijakan yang menyerupai domestic market obligation (DMO) untuk CPO.

Di situ, pemerintah perlu menetapkan batas harga bawah maupun atas untuk harga CPO. Harapannya, para produsen biodisel tidak akan mengalami kerugian ketika harga CPO anjlok.

Di sisi lain, Pertamina maupun badan usaha penyalur BBM lainnya juga bisa menyerap suplai biodiesel ketika harga CPO melambung.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×