kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.016,36   10,57   1.05%
  • EMAS980.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Pengamat UGM Sebut Wacana BLU Batubara akan Berdampak kepada PLN


Kamis, 04 Agustus 2022 / 16:39 WIB
Pengamat UGM Sebut Wacana BLU Batubara akan Berdampak kepada PLN
ILUSTRASI. Batubara di PLTU PLN.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengamat ekonomi energi Universitas Gajah Mada (UGM) Fahmi Radhi menilai, wacana pemerintan tentang Badan Layanan Umum (BLU) batubara akan mengancam pasokan batubara pada Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Kata Fahmi, kendati kebijakan BLU masih pada wacana, pengusaha ramai-ramai tidak memasok batubara pada PLN sesuai ketentuan domestic market obligation (DMO) yang telah ditentukan.

“Alhasil, pasokan batubara pada PLN saat ini kembali seret,” kata Fahmi dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Kamis (4/8).

Baca Juga: Harga Batubara Meroket, Bagaimana dengan Pasokan untuk PLN?

PLN melaporkan, bahwa pemasok batubara lebih memilih menahan pasokan batubara ke PLN dibanding langsung menyuplai nya. Mereka mau mengirimkan, setelah BLU batu bara terbit terlebih dahulu.

“Sementara pasokan PLN semakin susut, yang berpotensi menyebabkan krisis batubara PLN jilid kedua,” ucap Fahmi.

Melihat kondisi tersebut, menurut Fahmi, Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) harus tegas memberikan sanksi larangan ekspor dan penghentian produksi bagi pengusaha batubara yang membangkang terhadap ketentuan DMO

Lebih lanjut dia menjelaskan, berbeda dengan Sawit yang menerapakan skema BLU, penerapan BLU Batubara melanggar pasal 33 UUD 1945.

Pasalnya, batubara merupakan kekayaan alam yang dikuasai negara untuk sebesarnya kemakmuran rakyat. DMO batubara merupakan implementasi pasal 33 UUD 1945.

“Oleh karena itu, kebijakan pemerintah terkait Batubara seharusnya DMO YES, BLU NO,” tegas Fahmi.

Sebelumnya, PLN meminta Kementerian ESDM segera membentuk BLU Batubara di tengah kondisi tertahannya pasokan komoditas energi primer di sejumlah pemasok.

Baca Juga: Pemerintah Didorong Sesuaikan Royalti dan Implementasi BLU Batubara

EVP Batubara PLN Sapto Aji Nugroho berujar sebagian besar pemasok batubara kini memilih untuk menahan pasokan mereka di tengah harga komoditas emas hitam yang masih menguat di pasar internasional.

Pemasok batubara yang sudah berkontrak dengan PLN belakangan pun lebih memilih untuk menunda pengiriman. Hal itu lantaran munculnya spekulasi bahwa BLU Batubara segera terbentuk, menyusul disparitas harga batubara antara harga domestik dan pasar dunia.

“Sejak bulan April, Mei orang sudah menunggu BLU akan keluar sehingga beberapa pemasok menunda pengiriman, Hak tersebut makin mempersulit kondisi saat ini ketika BLU itu tidak segera keluar,” kata Sapto, Selasa (2/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×