kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Pengembangan EBT butuh akselerasi, begini strategi Kementerian ESDM


Jumat, 14 Agustus 2020 / 16:42 WIB
ILUSTRASI. Energi baru terbarukan (EBT)


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyadari perlu ada upaya khusus dalam pemanfaatan energi baru terbarukan demi mencapai target bauran 23% di 2025 mendatang.

Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Hariyanto menuturkan, jika tetap mengacu dengan strategi saat ini maka target bauran 23% akan sulit tercapai.

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah merampungkan Peraturan Presiden terkait EBT yang mengatur sejumlah hal antara lain, percepatan penerapan EBT, mengatur harga EBT yang diklaim memberikan keuntungan bagi semua stakeholder dan harga pembelian tenaga listrik yang ditargetkan dapat memberikan nilai keekonomian yang wajar.

Baca Juga: Pemerintah didesak untuk segeara beralih dari pembangkit fosil ke pembangkit EBT

"Strategi akselerasi pencapaian target EBT yakni pengembangan PLTS dan biomassa secara masif, sinergi dengan rencana pembangunan ekoturisme misalnya Flores Geothermall Island," kata Hariyanto dalam diskusi virtual, Jumat (14/7).

Langkah akselerasi lain yang akan dilakukan yakni lewat pengembangan model resource based renewable energy development. Sebagai contoh, melalui pemanfaatan PLTA skala besar yang bisa menyalurkan listrik ke industri smelter.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×