kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pengolahan biji besi Meratus beroperasi Agustus


Kamis, 19 Juli 2012 / 17:20 WIB
Pengolahan biji besi Meratus beroperasi Agustus
ILUSTRASI. Promo GoFood hari ini 24 Juni 2021 datang dari Gildak yang menjual aneka street food atau jajanan khas Korea Selatan. Dok: Instagram Gildak


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pabrik pengolahan biji besi menjadi baja setengah jadi (sponge iron) milik PT Meratus Jaya Steel and Iron, akan beroperasi pada Agustus nanti. Perusahaan ini merupakan patungan antara PT Aneka Tambang (Antam), Tbk dan PT Krakatau Steel, Tbk.

"Proyek sponge iron sudah hampir selesai, nanti Agustus, Insya Allah setelah Lebaran akan mulai komersial,” kata Tato Miraza, Direktur Pengembangan PT Aneka Tambang dalam diskusi soal hilirisasi tambang yang digelar Asosiasi Pertambangan Indonesia, di Jakarta (17/7).

Pabrik yang berlokasi di Kecamatan Batu Licin, Kalimantan Selatan itu diharapkan mampu menghasilkan 315.000 ton sponge iron per tahun. Aset pabrik senilai US$ 150 juta itu dimiliki Antam sebesar 34% dan 66 % milik Krakatau Steel.

Tato mengatakan, proyek sinergi BUMN tersebut diestimasikan mampu menyuplai 10%-20% kebutuhan bahan baku pabrik Krakatau Steel yang berkapasitas total 3,2 juta ton. Sisanya, 80% kebutuhan bahan baku Krakatau Steel berasal dari impor.

Selain proyek ini, Antam juga mengerjakan 5 proyek pengembangan lainnya. Empat diantaranya milik Antam, yaitu; pabrik pengolahan bauksit menjadi smelter grade alumina (SGA) di Mempawah.

Kemudian, proyek feronikel di Halmahera Timur, modernisasi dan optimalisasi pabrik feronikel di Pomala, dan proyek pengolahan nikel di Mandiodo. Sementara untuk proyek pengolahan bauksit menjadi SGA di Tayan tercatat porsi kepemilikan Antam sebesar 80%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×