kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Penguatan dollar AS pengaruhi kinerja perusahaan perunggasan


Kamis, 12 Juli 2018 / 21:40 WIB
ILUSTRASI. KANDANG AYAM SISTEM CLOSED HOUSE


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Peternakan dan Perikanan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J. Supit mengatakan, penguatan dolar yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir bisa mempengaruhi kinerja perusahaan perunggasan.

Pasalnya, komposisi ayam sangat bergantung pada harga pakan. Menurutnya 70% harga ayam ditentukan oleh pakan ternak. Sementara, komponen impor untuk pakan ternak pun masih banyak didatangkan lewat impor.

"Kalau komponen impor kita dalam pakan ternak masih tinggi, ya pasti berpengaruh. Memang komposisi jagung paling besar di pakan, dan dia sudah banyak yang domestik. Akan tetapi, ada namanya bungkil kedelai dan additive lain itu sekitar 30%. Kalau harganya meningkat, pasti ada perubahan," ujar Anton kepada Kontan.co.id, Kamis (12/7).

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) desianto Budi Utomo mengatakan, saat ini harga pakan ternak pun sudah terpengaruh kenaikan harga dollar. Hal ini dikarenakan dari sisi nilai, sekitar 60% harga dipengaruhi oleh impor. Hal ini pun dibenarkan oleh Anton.

Secara teori, bila komponen pembentuk harga mengalami kenaikan, Anton berpendapat harga jual pun akan dinaikkan. Namun, menurutnya perusahaan pultry masih mempertimbangkan daya beli masyarakat.

"Ini dikembalikan kepada perusahaan-perusahaan perunggasan. Kalau memang dia tidak sanggup, dia pasti menaikkan harga. Namun, perusahaan juga diminta bijaksana, dia juga pasti memikirkan market share dan lainnya. Secara teori, harga jual akan naik, tapi ini harus mempertimbangkan daya beli masyarakat juga." tandas Anton.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×