kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pengusaha chip set adukan aturan kominfo pada wapres


Rabu, 15 September 2010 / 17:39 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pengusaha sektor telekomunikasi mengeluhkan regulasi Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menghambat pengembangan industri komponen modem (chip set) yang menggunakan teknologi akses pita lebar nirkabel (broadband wireless access). Salah satunya, Xirka yang menyampaikan keluhannya kepada Wakil Presiden Boediono didampingi pihak Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Sylvia W. Sumarlin , Chief Executive Officer Xirka mengatakan regulasi yang menghambat tersebut berupa SK Dirjen Kominfo No. 94 dan 95 serta 96 tahun 2008 yang mengatur batasan kanalisasi. "SK itu menetapkan kanalisasi yang tidak umum di dunia yaitu 3,5 dan 7,5, sedangkan dunia mengadopsi kanalisasi 5 dan 10," kata Sylvia di Istana Wakil Presiden, Rabu (15/9).

Meski demikian, Sylvia tidak menyarankan regulasi itu dicabut. Namun, pemerintah cukup menambahnya dengan menerbitkan surat keputusan yang membuka peluang produk chip set yang menggunakan kanal selain 3,5 dan 7,5. "Kalau dicabut, kasihan industri yang sudah masuk," katanya.

Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPT) Hammam Riza mengharapkan pemerintah bisa mendengarkan masukan tersebut. Sehingga, membuka kesempatan bagi industri lokal untuk berkembang di bidang telekomunikasi. "Ini merupakan kesempatan bagi pengembangan industri nasional," kata Hammam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×