kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Pengusaha Cokelat Harap Pengolahan Biji Kakao Lokal Fermentasi Tumbuh pada 2026


Rabu, 01 April 2026 / 05:15 WIB
Pengusaha Cokelat Harap Pengolahan Biji Kakao Lokal Fermentasi Tumbuh pada 2026
ILUSTRASI. HARGA BIJI KAKAO KEMBALI TURUN (ANTARAFOTO/BASRI MARZUKI)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Cokelat Bean to Bear Indonesia (ACBI) mendorong pengolahan dan pemanfaatan biji kakao lokal yang terfermentasi bertumbuh di tahun ini, guna mengurangi ketergantungan impor biji kakao fermentasi.

Media Relations ACBI, Aprilia Melissa mengatakan, saat ini belum banyak petani yang terdorong untuk menggunakan biji kakao terfermentasi.

Hal ini menyebabkan perusahaan-perusahaan cokelat besar masih mengimpor biji kakao fermentasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Baca Juga: Kemendag Proyeksikan Ekspor Biji Kakao Indonesia Tetap Tumbuh pada 2025

Menurutnya, target pertumbuhan industri cokelat nasional saat ini belum bisa ditakar dengan angka. Sebab, peningkatan kualitas biji kakao Tanah Air masih menjadi persoalan yang seharusnya lebih difokuskan.

"Yang lebih penting dari angka pertumbuhan adalah pertumbuhan berkualitas, misalnya lebih banyak produsen yang menggunakan kakao lokal terfermentasi, bukan hanya lebih banyak produk cokelat yang beredar," ujar Aprilia kepada Kontan, pekan lalu.

Ia bilang, ACBI juga terus memperjuangkan agar Indonesia dapat menjadi produsen cokelat premium yang berasal dari biji kakao berkualitas baik.

"Proyeksi kami bukan soal berapa ton, tapi apakah di 2026 ini kita bisa membuktikan ke pasar dunia bahwa Indonesia serius menjadi produsen fine flavor chocolate, bukan hanya penghasil bahan baku murah," terang Aprilia.

Dalam mencapai target itu, ACBI kata Aprilia terus mengoptimalkan sejumlah langkah. Di antaranya,  mengembangkan program pelatihan fermentasi hingga sistem offtaker

"Yang mana, kami pengusaha cokelat perlu mengembangkan sistem insentif di hulu jadi petani lebih mau rajin merawan kebun dan pohon mereka," jelas dia.

Baca Juga: Lesunya Industri Penggilingan Global Tekan Ekspor Biji Kakao Indonesia

Sedangkan di sisi hilir, ACBI secara mandiri rajin menggelar pameran dan kegiatan-kegiatan tasting cokelat, baik domestik maupun internasional. 

"Tahun lalu, ASBI menyelenggarakan sertifikasi internasional untuk chocolate tasting. Sehingga sebagian besar pembuat cokelat yang tergabung dalam asosiasi telah bersertifikasi internasional untuk chocolate tasting," tutup dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×