kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Pengusaha desak pemerintah jadikan aspal alam Buton prioritas untuk tekan impor


Selasa, 02 Februari 2021 / 11:35 WIB
ILUSTRASI. Program Padat Karya Tunai Kementerian PUPR


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

Oleh karena itu, Aspabi berharap adanya sinergi pengelolaan aspal alam buton dari hulu ke hilir. Sebab, pengelolaan tambang yang tepat akan menjamin kelangsungan industri aspal alam buton di dalam negeri.

Saat ini, ia melihat bahwa pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemko Marinves) sedang menggenjot pengurangan impor aspal minyak. Sehingga, seluruh pemangku kepentingan diharpakan bisa seiring sejalan dalam memanfaatkan sebesar-besarnya aspal alam buton.

Dihubungi terpisah, hal senada juga disampaikan oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI). Menurut Wakil Ketua IAGI Bidang Mineral Yoseph C.A Swamidharma, kebutuhan aspal Indonesia berkisar 1,2 juta ton dan aspal minyak hanya mampu memasok sebanyak 600.000 ton. Alhasil, paling tidak, setengah dari kebutuhan aspal dipasok melalui impor.

Baca Juga: Potensi berlimpah, BUMN disarankan perkuat pengelolaan aspal

Oleh sebab itu, aspal Buton diharapkan mampu menutupi kebutuhan aspal di Indonesia dengan memasok 600.000 ton dan akan meningkat seiring dengan program pembangunan yang terus berjalan. Bahkan tak hanya bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri dan menutup kran impor, Yoseph memperkirakan potensi aspal Buton bahkan bisa juga dikembangkan untuk mengisi pasar ekspor.

"Berapa pun produksi aspal padat dari Pulau Buton dapat menekan neraca impor. Bila diasumsikan bahwa kebutuhan aspal Buton menjadi 1 juta ton per tahun, Pulau Buton masih mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan bahkan mungkin dapat memiliki peluang ekspor," terang Yoseph kepada Kontan.co.id, Selasa (2/2).

Namun untuk dapat mengembangkan potensi aspal Buton, kebijakan dari pemerintah sangat penting. Hal itu juga menyangkut iklim investasi dalam ekstraksi aspal maupun kesiapan infrastrukturnya.

"Kebijakan untuk dalam negeri tentunya berhubungan dengan kesiapan infrastruktur di Pulau Buton dan kemudahan ijin ekstraksi termasuk di dalamnya mengenai persepsi lingkungan," pungkas Yoseph.

Selanjutnya: Kementerian PUPR manfaatkan aspal buton untuk tingkatkan kualitas jalan nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×