kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pengusaha Konveksi Berharap Permodalan Melalui Program KUR dan KIPK Dipermudah


Minggu, 28 Desember 2025 / 10:07 WIB
Pengusaha Konveksi Berharap Permodalan Melalui Program KUR dan KIPK Dipermudah
ILUSTRASI. Konveksi produk tekstil


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ikatan Pengusaha Konveksi Bandung (IPKB) mendesak pemerintah agar mempermudah Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Investasi Permanen Kecil (KIPK) untuk permodalan para pelaku usaha.

Ketua Umum IPKB Nandi Herdiaman mengatakan, para pelaku usaha konveksi masih menghadapi tantangan besar dalam hal permodalan.

"Program KUR dan KIPK yang disediakan pemerintah tidak dapat dinikmati oleh banyak pelaku usaha kecil menengah karena tidak memenuhi syarat dan ketentuan," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (28/12/2025).

Pasalnya, lanjut Nandi, banyak di antara para pengusaha yang tidak memiliki agunan yang cukup, tidak memiliki catatan keuangan yang rapi, dan tidak memiliki pengalaman dalam mengelola usaha yang besar.

Baca Juga: MPX Logistics (MPXL) Targetkan Pendapatan Naik 50% di 2026, Cek Strateginya

Oleh karena itu, Nandi mengatakan IPKB berharap pemerintah dapat menciptakan program permodalan yang tepat sasaran, mengingat banyak IKM yang sudah gulung tikar semenjak COVID-19 dan kalah saing dari impor ilegal.

Saat ini, ia melihat pasar sudah didukung pemerintah untuk domestik, maka para pelaku sudah pasti butuh modal dan SDM yang berdaya saing.

Nandi menekankan, banyak di antara para pengusaha yang memiliki ide dan potensi untuk mengembangkan usaha, tetapi terhambat oleh kurangnya modal. "Kami tidak ingin menjadi beban bagi pemerintah, namun kami membutuhkan bantuan untuk dapat berdiri di atas kaki sendiri," katanya.

IPKB saat ini disebut masih mencari cara agar segi permodalan bisa didapatkan. Nandi mengatakan, pihaknya siap untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan industri tekstil dan konveksi di Indonesia.

"Kami juga berharap pemerintah dapat mempertimbangkan untuk memberikan bantuan teknis dan pelatihan kepada pelaku usaha kecil menengah, sehingga kami dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing kami di pasar global," pungkas Nandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×