kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pengusaha Panas Bumi Minta Jaminan Investasi


Selasa, 13 Juli 2010 / 15:34 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) minta adanya jaminan kepada pemerintah untuk melakukan investasi di Indonesia. Menurut Ketua Umum API, Suryadarma, selama ini proyek pembangkit panas bumi di Indonesia tidak berkembang karena masih kurangnya perhatian pemerintah terhadap sektor ini.

"Pemerintah memang berkomitmen untuk mendorong panas bumi di Indonesia tapi itu harus dimulai dari sekarang sehingga dampaknya bisa tiga tahun mendatang," ujar Suryadarma kepada KONTAN, Selasa (13/7).

Ada dua jaminan yang diminta oleh API. Pertama, PT PLN (Persero) sebagai offtaker harus bersedia untuk membeli uap dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) yang dibangun oleh investor. Dengan jaminan ini, investor tidak khawatir lagi kepada siapakah mereka akan menjual uap yang dihasilkan dari PLTP.

Kedua, PLN harus melakukan pembayaran tepat waktu. Tanpa adanya jaminan pembayaran tepat waktu ini, investor tidak berani membangun PLTP karena untuk membangun PLTP membutuhkan dana yang tidak sedikit. Bila PLN menunggak pembayaran, maka investor pun bakal bangkrut.

Memang, menurut Suryadarma, hingga saat ini belum masalah tunggakan pembayaran. Hanya saja, investor tetap butuh kepastian jaminan pembayaran ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×