kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Peningkatan ekspor makanan minuman pada 2011 mencapai 20%


Selasa, 18 Januari 2011 / 18:10 WIB


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Ekspor makanan dan minuman (mamin) pada 2010 masih bertumbuh, meski gempuran produk mamin impor makin merajalela. Adhi Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman bilang, nilai ekspor makanan dan minuman periode Januari-Agustus 2010 tumbuh 20,38% dengan nilai ekspor US$ 1,52 miliar dari periode yang sama tahun 2009.

Walaupun pertumbuhan industri mamin domestik belum setinggi negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, namun Adhi optimis industri mamin Indonesia akan terus tumbuh seiring pertumbuhan perekonomian negara. "Tahun ini kami menargetkan pertumbuhan industri mamin naik 6,98% tahun ini," katanya.

Dengan optimisme pertumbuhan tersebut, Adhi menargetkan ekspor mamin tahun 2011 naik sekitar 20% dari tahun lalu. Produk ekspor mamin terbesar selama ini berasal dari produk seperti kopi, kerupuk, ikan asin, dan biskuit serta permen.

"Negara yang memberikan kontribusi ekspor mamin terbesar adalah Amerika Serikat sebesar 20% setiap tahunnya," katanya. Sementara ekspor mamin ke negara-negara tetangga seperti Malaysia hanya sebesar 9%, Siangapura sebesar 8%, dan Jepang hanya sekitar 7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×