kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Peningkatan ekspor makanan minuman pada 2011 mencapai 20%


Selasa, 18 Januari 2011 / 18:10 WIB


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Ekspor makanan dan minuman (mamin) pada 2010 masih bertumbuh, meski gempuran produk mamin impor makin merajalela. Adhi Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman bilang, nilai ekspor makanan dan minuman periode Januari-Agustus 2010 tumbuh 20,38% dengan nilai ekspor US$ 1,52 miliar dari periode yang sama tahun 2009.

Walaupun pertumbuhan industri mamin domestik belum setinggi negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, namun Adhi optimis industri mamin Indonesia akan terus tumbuh seiring pertumbuhan perekonomian negara. "Tahun ini kami menargetkan pertumbuhan industri mamin naik 6,98% tahun ini," katanya.

Dengan optimisme pertumbuhan tersebut, Adhi menargetkan ekspor mamin tahun 2011 naik sekitar 20% dari tahun lalu. Produk ekspor mamin terbesar selama ini berasal dari produk seperti kopi, kerupuk, ikan asin, dan biskuit serta permen.

"Negara yang memberikan kontribusi ekspor mamin terbesar adalah Amerika Serikat sebesar 20% setiap tahunnya," katanya. Sementara ekspor mamin ke negara-negara tetangga seperti Malaysia hanya sebesar 9%, Siangapura sebesar 8%, dan Jepang hanya sekitar 7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×