kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.743   36,00   0,22%
  • IDX 8.725   77,96   0,90%
  • KOMPAS100 1.201   7,76   0,65%
  • LQ45 849   2,62   0,31%
  • ISSI 314   5,12   1,66%
  • IDX30 437   0,17   0,04%
  • IDXHIDIV20 510   -0,25   -0,05%
  • IDX80 133   0,91   0,68%
  • IDXV30 140   0,61   0,44%
  • IDXQ30 140   -0,01   -0,01%

Penjualan 2025 Tak Capai 800.000 Unit, Kemenperin & Gaikindo Dorong Insentif Otomotif


Jumat, 02 Januari 2026 / 07:57 WIB
Penjualan 2025 Tak Capai 800.000 Unit, Kemenperin & Gaikindo Dorong Insentif Otomotif
ILUSTRASI. Mobil Hybird di Pameran otomotif GIIAS Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 (KONTAN/Carolus Agus Waluyo). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendorong adanya insentif otomotif pada tahun ini.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

Putu berharap ada dorongan insentif demi kembali menggairahkan industri dan pasar otomotif. Gaikindo pun telah melakukan pembicaraan dengan Kemenperin terkait insight kondisi industri yang menjadi bahan pertimbangan untuk usulan insentif otomotif pada tahun 2026.

Hanya saja, Putu enggan merinci pembahasan maupun usulan dari Gaikindo yang disampaikan kepada Kemenperin. Putu menyoroti bahwa usulan insentif tersebut turut mempertimbangkan segmen pasar. Apalagi, penurunan penjualan terjadi pada segmen mobil yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan bobot tinggi.

"Segmen pasar yang turun sekarang ekosistemnya berkembang, TKDN tinggi. Industri otomotif berupaya jangan sampai ekosistem terganggu, itu yang dijaga. Kami berharap stimulus itu tetap ada. Kalau ada, itu bisa membantu," ungkap Putu.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengamini perlu ada dukungan dari pemerintah berupa insentif atau stimulus agar kinerja industri otomotif bisa kembali tumbuh pada tahun 2026. Agus pun menyoroti kontraksi di industri otomotif pada tahun 2025.

Baca Juga: Insentif Mobil Listrik Berakhir, Pasar LCGC Berpeluang Bangkit

Penurunan penjualan mobil turut menekan kinerja industri alat angkutan yang mengalami kontraksi -1,95% hingga kuartal III-2025. Kemenperin ingin mendongkrak kinerja industri alat angkutan agar bisa tumbuh 2,93% pada tahun 2026, sehingga bisa memberikan kontribusi 1,41% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Agus bilang, industri otomotif memiliki keterkaitan ekosistem industri (backward–forward linkage) yang besar terhadap sektor manufaktur. " Fokus kami melindungi tenaga kerja yang ada di ekosistem otomotif, karena backward–forward  linkage yang besar, maka harus dilindungi," kata Agus.

Kemenperin pun telah menyerahkan usulan insentif otomotif tahun 2026 kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hanya saja, Agus belum membuka secara rinci poin-poin usulan insentif tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak memicu spekulasi di kalangan industri maupun di tengah masyarakat.

Agus hanya memberikan bocoran bahwa Kemenperin mengusulkan skema yang lebih detail dibandingkan insentif yang diberikan ketika masa covid-19 lalu. Usulan insentif otomotif tahun 2026 mempertimbangkan segmen pasar atau rentang harga kendaraan, jenis teknologi, besaran TKDN, serta aspek lingkungan terkait nilai emisi dengan batas maksimum tertentu.

Baca Juga: Pabrik Motor Listrik Fokus pada Efisiensi dan Kemudahan Penggunaan

"Kami sudah menyelesaikan dengan proses panjang dan rumit, bagaimana bisa mengkristalisasikan begitu banyak opsi, come up menjadi satu opsi yang sudah saya usulkan ke Menteri Keuangan. Yang harus digarisbawahi adalah kami memperhatikan konsumen. Kalau bicara entry car, first buyer, menjadi prioritas. Mengenai angka-angkanya belum bisa saya buka sekarang," terang Agus.

Meski begitu, Agus menegaskan bahwa pemberian insentif untuk sektor otomotif ini tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal atau anggaran negara. Kemenperin pun akan melakukan pembahasan intensif dengan Kemenkeu untuk mempertimbangkan cost - benefit dari usulan insentif otomotif tahun 2026.

"Kami akan menjelaskan secara teknokratis. Masyarakat menunggu, tapi kami juga memperhatikan hitungan cost & benefit. Kami tidak mau usulan ini membuat negara defisit, jadi benefit-nya harus lebih besar daripada cost baik direct maupun indirect," tandas Agus.

Selanjutnya: China Kenakan Tarif Tinggi Impor Daging Sapi, Ini Tujuannya

Menarik Dibaca: Promo Bakmi GM Spesial Awal Tahun, Paket Bakmi Ayam & Minum Cuma Rp 26.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×