kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Penjualan AC Diprediksi Naik 3%–5% di Kuartal II 2026 Efek El Nino


Jumat, 27 Maret 2026 / 17:57 WIB
Penjualan AC Diprediksi Naik 3%–5% di Kuartal II 2026 Efek El Nino
ILUSTRASI. Polytron Luncurkan Air Circulation Fan (Polytron/KONTAN)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) menyatakan bahwa tren penjualan Air Conditioner (AC) akan mengalami peningkatan di tengah kondisi cuaca El Nino. Tren penjualan diprediksi meningkat hingga 5%.

Sekretaris Jenderal  (Sekjen) Perprindo, Andy Arif Widjaja mengatakan bahwa tren peningkatan penjualan AC saat cuaca El Nino memang sudah menjadi rekam jejak yang hitoris. Terlebih saat ini penjualan juga memasuki kuartal II-2026.

"Berdasarkan komunikasi dengan pelaku industri dan distributor, proyeksi sementara menunjukkan potensi pertumbuhan penjualan AC pada Kuartal II berada pada kisaran 3% – 5% dibanding Kuartal I, dengan catatan apabila suhu meningkat sesuai prediksi," ujar Andy saat dikonfirmasi Kontan, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga: MORA dan MyRepublic Resmi Merger, Lahirkan PT Ekamas Mora Republik Tbk

Andy menjelaskan bahwa peningkatan tren penjualan AC ini tidak signifikan dibandingkan pada kuartal I-2026. Sebab, tren penjualan tetap dipengaruhi dengan sejumlah faktor makroekonomi.

"Kami  memperkirakan tren penjualan AC pada Kuartal II cenderung mengalami perbaikan dibanding Kuartal I, namun peningkatannya kemungkinan tidak terlalu agresif, karena tetap dipengaruhi faktor makroekonomi seperti inflasi, nilai tukar, serta daya beli kelas menengah," ucapnya.

Andy menjelaskan bahwa peningkatan pemesanan AC saat cuaca El Nino salah satunya adalah AC inverter hemat listrik dan Produk dengan harga kompetitif.

Kemudian, para konsumen juga mencari AC dengan merk yang memiliki jaringan layanan purna jual luas, fitur  tambahan seperti low watt dan fast cooling dan merk yang selama ini masih cukup banyak dicari konsumen serta beberapa merek dengan positioning value-for-money yang semakin berkembang di pasar nasional.

"Secara umum, industri melihat peluang tetap terbuka pada Kuartal II, terutama apabila kondisi cuaca lebih panas dari normal. Namun, pelaku usaha tetap perlu menjaga strategi harga yang kompetitif, memastikan kesiapan stok, serta memperkuat layanan purna jual untuk menjaga kepercayaan konsumen," jelas Andy.

Lebih lanjut, kata Andy, dengan prediksi peningkatan tren penjualan ini maka diharapkan industri AC nasional dapat menjaga pertumbuhan, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. "Kami berharap pemerintah dapat terus memberikan dukungan terhadap industri elektronika nasional," katanya.

Baca Juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA) Siapkan Agenda Ekspansi 2026, Simak Penopangnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×