Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Dupla Kartini
JAKARTA. Pengembang properti makin tertarik menggarap proyek apartemen yang dikhususkan bagi para pekerja asing atau ekspatriat. Soalnya, penjualan proyek properti ini ternyata laris manis.
Ambil contoh PT Lippo Karawaci Tbk dalam menggarap hunian bagi ekspatriat di proyek Orange Country yang ada di Cikarang Jawa Barat. Menurut Jopy Rusli, Direktur Lippo Karawaci, perusahaan asal Jepang Mitsubishi Corporation mereka ajak untuk membangun dua menara apartemen di sana. "Mitsubishi ikut menjadi mitra di tower 5 dan tower 6," katanya kepada KONTAN, Selasa (26/7).
Dari dua menara tersebut, ada perusahaan asal Jepang yang membeli langsung seluruh menara 5. Sedangkan untuk empat menara lainnya (menara 1 sampai 4), Jopy menyebut sekitar 25%nya sudah terbeli oleh pembeli asing atau ekspatriat. Sayang, ia tidak merinci jumlah unit pembelian oleh pihak asing.
Yang jelas, dengan hasil ini. Lippo Karawaci tengah bersiap membangun menara apartemen keenam bertajuk Newport di Orange Country.
PT Agung Podomoro Land Tbk juga mencatatkan hasil positif di proyek hunian jangkung premium. Penjualan proyek properti yang menyasar warga negara asing terbilang cepat habis. "Sangat cepat, tidak sampai satu tahun biasanya sudah sold out," kata Indra Wijaya Antono, Direktur Pemasaran Agung Podomoro Land kepada KONTAN.
Pengembang ini memang punya beberapa proyek apartemen yang diperuntukan bagi kalangan ekspatriat. Terutama proyek yang ada di bilangan Pakubuwono dan Menteng, Jakarta. Menurut Indra, sekitar 70%-80% penghuni apartemen di bilangan tersebut dari kalangan warga negara asing.
Buka pintu kerjasama
Hasil penjualan yang positif ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang sudah melonggarkan aturan soal kepemilikan apartemen bagi warga negara asing.
Faktor inilah yang membuat PT PP Properti berencana menggandeng perusahaan bank asal China, ICBC untuk membangun apartemen bagi para warga negara negeri tirai bambu tersebut. "Dengan kebijakan tersebut, kami bisa membangun satu tower untuk para ekspatriat dengan status hak pakai," tutur Indaryanto, Direktur Keuangan PT PP Properti, Selasa (26/7).
Tanpa memerinci proyek tersebut, salah satu anak usaha PT Perusahaan Perumahan Tbk (PTPP) ini juga masih membuat pintu lebar-lebar bagi perusahaan asing untuk membangun hunian khusus bagi para ekspatriat.
Lippo Cikarang juga masih membuka kesempatan bisnis ini. Menurut Danang Kemayan Jati, Head of Corporate Communication Lippo Karawaci, perusahaan ini juga masih membuka pintu kemitraan dengan investor asing yang lain untuk menggarap proyek sejenis. Soalnya permintaan hunian untuk kalangan ekspatriat masih terbuka.
Ia mengambil contoh kawasan Cikarang yang banyak dihuni warga Jepang. Sejatinya, warga negeri matahari terbit ini lebih memilih kawasan Bintaro sebagai area tempat tinggal, namun karena masih minim infrastruktur mereka mencari pilihan daerah yang lain. Dan salah satunya adalah Cikarang. "Kawasan baru seperti Cikarang cukup laku bagi ekspatriat," kata Danang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












