kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Penjualan oli Pertamina kurang licin


Jumat, 23 Mei 2014 / 08:07 WIB
Penjualan oli Pertamina kurang licin
ILUSTRASI. Kurs Dollar-Rupiah di BCA Hari Ini Jumat 30 Desember 2022, Tengok Sebelum Tukar Valas.pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/19/03/2021.


Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Fitri Arifenie

JAKARTA. Dagangan pelumas PT Pertamina (Persero) sepi. Buktinya, pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan minyak dan gas (migas) pelat merah ini tak bisa mencapai target yang diharapkan.

Redesmon Munir, Manager Overseas Marketing Lubricant Business Unit Pertamina, memperkirakan, volume penjualan hanya sekitar 20%-25% dari target. "Target kami tahun ini 600.000 kiloliter (kl)," kata Redesmon kepada KONTAN, belum lama ini.

Meski tak mencapai target, Redesmon mengklaim, pelumas Pertamina masih memimpin pasar pelumas nasional dengan memegang di atas 60% pangsa pasar. Pertamina akan mempertahankan pangsa pasar ini sampai akhir tahun. "Strateginya meningkatkan kualitas, menentukan harga yang kompetitif, dan mendatangkan produk baru," kata Redesmon.

Lesunya bisnis pelumas di triwulan pertama tahun ini, kata Redesmon, dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan hilirisasi produk kimia yang berjalan lambat. Bahan baku pelumas yang didapatkan dari luar negeri, mau tidak mau memaksa Pertamina menaikkan harga jual antara 5% sampai 15% supaya tidak rugi.

Pada kuartal kedua tahun ini, Redesmon masih yakin pasar oli kembali pulih. Periode April sampai Juni, Pertamina menargetkan bisa menjual pelumas 30% dari target atau sekitar 180.000 kl. "Pada triwulan kedua mulai bergairah lagi karena ada izin ekspor mineral dan mendekati Lebaran," jelas Redesmon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×