Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trisula International Tbk (TRIS) mencatat pertumbuhan kinerja hingga kuartal III-2026.
Penjualan perusahaan tumbuh 12,2% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp1,3 triliun. Pertumbuhan penjualan tersebut turut diikuti kenaikan laba bersih sebesar 3,1% YoY menjadi Rp82,7 miliar hingga September 2026.
Direktur Utama TRIS Widjaya Djohan mengatakan, pertumbuhan kinerja hingga kuartal III-2026 menunjukkan fundamental bisnis perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika pasar.
“Kami bersyukur bahwa TRIS masih dapat melanjutkan kinerja yang positif hingga kuartal III-2026, yang mencerminkan fundamental bisnis yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar,” ujar Widjaya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).
Baca Juga: Permintaan Emas Perhiasan Indonesia Turun 18% pada Kuartal III-2026
Segmen manufaktur masih menjadi penopang utama pendapatan TRIS dengan kontribusi sekitar 66% terhadap total penjualan. Pendapatan dari segmen ini mencapai Rp1,1 triliun, tumbuh 10,9% YoY.
Sementara itu, segmen distribusi membukukan pertumbuhan paling tinggi. Pendapatan dari segmen tersebut naik 32,2% YoY menjadi Rp317,5 miliar dengan kontribusi sekitar 19% terhadap total penjualan.
Adapun lini bisnis retail membukukan pendapatan Rp115,7 miliar, seragam Rp113,5 miliar, dan perhotelan Rp16,4 miliar hingga kuartal III-2026.
Dari sisi pasar, ekspor masih mendominasi penjualan TRIS dengan kontribusi sekitar 60%. Penjualan ekspor naik 11,4% YoY menjadi Rp802,2 miliar.
Di sisi lain, penjualan domestik juga mencatat pertumbuhan 13,3% YoY menjadi Rp531,2 miliar.
Selain mencatat pertumbuhan kinerja, TRIS juga menyiapkan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp10 miliar.
Buyback tersebut berlangsung selama tiga bulan mulai 3 November 2026 hingga 2 Februari 2027. Perusahaan menargetkan pembelian kembali sebanyak-banyaknya 2% dari modal disetor atau setara sekitar 62 juta saham.
Harga pembelian saham dalam aksi tersebut ditetapkan maksimal Rp165 per saham dengan mempertimbangkan harga yang dinilai wajar bagi perusahaan.
Widjaya mengatakan, buyback dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mempertahankan kepercayaan investor di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Perusahaan memastikan aksi korporasi tersebut tidak mengganggu kinerja maupun keberlangsungan operasional. Hingga kuartal III-2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp33,2 miliar.
TRIS berharap aksi buyback tersebut dapat menjaga stabilitas perdagangan saham perusahaan sekaligus mendukung kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis perusahaan.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Akan Genjot Produksi NPK Hingga 5,9 Juta Ton di 2030
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














