Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.197
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS624.167 0,32%

Penurunan harga kedelai internasional tak berdampak ke harga kedelai lokal

Rabu, 08 Agustus 2018 / 18:13 WIB

Penurunan harga kedelai internasional tak berdampak ke harga kedelai lokal
ILUSTRASI. Kedelai



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syariffuddin mengatakan, penurunan harga kedelai internasional tak berpengaruh pada harga kedelai di dalam negeri saat ini.

Pasalnya, meski harga kedelai di Amerika menurun, namun nilai tukar dollar di dalam negeri pun turut mengalami kenaikan.


“Di sini masih stabil, karena nilai dolarnya meningkat. Jadi kalau sebelumnya Rp 7.050 per kilogram harga importir, saat ini juga sekitar Rp 7.100 per kg. Tidak ada penurunan,” ujar Aip kepada Kontan.co.id, Rabu (8/8).

Aip membeberkan, dalam beberapa waktu terakhir harga kedelai di Amerika Serikat memang mengalami penurunan sekitar 5%. Namun, dia tak merinci berapa besar harganya karena harga kedelai terus mengalami perubahan.

Tak hanya karena dollar yang menguat, menurut Aip, kedelai yang diimpor ke Indonesia juga membutuhkan waktu sekitar 55 hari.

Karena itu, penurunan harga internasional saat ini tak langsung berdampak pada harga kedelai lokal. Apalagi, menurutnya harga kedelai internasional mengalami perubahan setiap hari.

Aip mengatakan, impor kedelai tahun ini akan berkisar 2,3 - 2,5 juta ton. Dari jumlah tersebut, 1,8 juta akan digunakan untuk tahun dan tempe.

Tak hanya dari impor, kebutuhan kedelai untuk tahu dan tempe juga turut menyerap kedelai lokal. Menurut Aip, terdapat sekitar 500.000 ton kedelai lokal yang digunakan untuk tahu dan tempe.

Harga kedelai lokal saat ini pun masih berkisar Rp 8.500 hingga Rp 11.000 per kg. Menurut Aip, melihat perbedaan harga ini membuat pemanfaatan kedelai yang diimpor lebih menguntungkan. Apalagi, hasil tempe yang dihasilkan lebih besar.

“Dengan 1 kg kedelai impor dan dicampur dengan bahan lain, tempe yang dihasilkan bisa 1,8 kg, sementara 1 kg lokal dicampur dengan bahan lain hanya sekitar 1,4 kg,” jelas Aip.

Meski begitu, Aip pun mengatakan pihaknya terus mendukung rencana pemerintah yang ingin swasembada kedelai. Namun, menurutnya harus ada pilot project dan tak hanya menyerahkannya kepada petani saja.

Reporter: Lidya Yuniartha
Editor: Yudho Winarto

AGRIBISNIS

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0779 || diagnostic_web = 0.3982

Close [X]
×