kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penyerapan biodiesel diprediksi melebihi 2011 lalu


Senin, 11 Juni 2012 / 15:27 WIB
ILUSTRASI. Tanaman cabai


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pemerintah memperkirakan penyerapan biodiesel tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Kardaya Warnika memperkirakan, penyerapan biodiesel akan mencapai 900.000 kiloliter (KL).

Sekadar perbandingan, pada 2011 lalu, penyerapan biodiesel mencapai 358.812 KL atau 27,67% dari yang diamanatkan APBN yaitu 1,297 juta KL. Hingga awal Juni 2012 ini penyerapan biodisel sudah mencapai 256.187 KL atau 18,30% dari yang diamanatkan dalam APBN 2012 yaitu 1,4 juta KL.

Penyebab meningkatnya konsumsi biodiesel karena sejak 1 Mei 2012 lalu pemerintah mewajibkan perusahaan pemegang izin niaga BBM mencampurkan minimal 2% biodiesel ke dalam solar yang mereka jual. Selain itu, mulai 1 Juli mendatang, kendaraan dan alat-alat berat operasional pertambangan juga wajib menggunakan 2% biodiesel.

Sayangnya, penyerapakan BBN jenis bioethanol penyerapannya masih 0%. Dari 244.000 KL yang diamanatkan dalam APBN 2012, hingga Juni ini penyerapannya masih 0 %.

Menurut Kardaya kondisi ini disebabkan karena produsen tidak tertarik memproduksi bioethanol untuk tujun komersil lantaran harga yang tidak ekonomis. Kardaya mengaku telah mengajukan revisi formula harga bioethanol ke Kementerian Keuangan."Saat ini sedang mereka kaji," ujar Kardaya, Senin (11/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×