kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Perbaiki peringkat, Inti Bangun akuisisi tower


Sabtu, 02 Desember 2017 / 19:22 WIB


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Inti Bangun Sejahtera Tbk beberapa waktu lalu mendapatkan rating idA- oleh Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Adapun outlook atas peringkat perusahaan adalah stabil dan peringkat itu berlaku sejak 22 Agustus 2017 hingga 1 Agustus 2018.

Kendati demikian, perusahaan berkode saham IBST di Bursa Efek Indonesia itu memiliki peluang untuk kenaikan peringkat apabila mampu mencatat pendapatan dan pertumbuhan EBITDA lebih dari target secara signifikan dan konsisten.

Alexander Runtuwene, Chief Financial Officer PT Inti Bangun Sejahtera Tbk mengatakan, pihaknya bakal terus melakukan ekspansi untuk menggenjot pendapatan dan memperbaiki peringkat tersebut, di antaranya dengan melakukan akuisisi tower milik Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI).

"Tower - tower STI kebanyakan berada di daerah yang sesuai dengan kebutuhan operator yang memiliki layanan 4G, jadi lokasinya cocok, sehingga transaksi ini bisa memperkuat finansial IBS dan menambah revenue," ujar Alexander di Jakarta , Kamis (30/11) pasca melakukan penandatanganan kesepakatan jual beli aset tower dengan PT STI.

Dia menambahkan, langkah STI untuk menjual towernya tidak berhenti di situ. Pasalnya, kedua perusahaan ini ke depan tetap akan menjalin kerja sama lantaran STI akan menyewa tower yang dijualnya kepada IBST. Hal ini pun, kata Alexander, menjadi strategi perusahaan untuk memacu pendapatan. "Kita mendapat customer baru dari STI," imbuhnya.

Sebagai gambaran, PT STI baru saja melepas aset menara sebanyak 371 tower kepada IBST. Total nilai transaksi itu mencapai Rp 414 miliar atau setara dengan US$ 31 juta. Nantinya, tower - tower yang dijual tersebut akan mulai dioperasionalkkan oleh IBST pada akhir tahun ini. (Klaudia Molasiarani) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×