kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Perkebunan BSG disita, petani plasma menderita


Rabu, 15 Februari 2012 / 10:10 WIB
Perkebunan BSG disita, petani plasma menderita
ILUSTRASI. Pergerakan harga saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) sudah naik tinggi di tahun ini.


Reporter: Bernadette Christina Munthe | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Penyitaan aset Benua Indah Group (BIG), perusahaan perkebunan kelapa sawit oleh kepada PT Bank Mandiri Tbk, berujung derita pada petani plasma.

Semula, petani plasma menjual tandan buah segar (TBS) kepada BIG, tetapi kini mereka terpaksa mencari pembeli lain dengan harga jual di bawah harga pasaran.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gamal Nasir, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian saat melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (14/2).

Gamal menceritakan, dampak penyitaan aset BIG tersebut membuat harga TBS petani plasma itu turun sampai Rp 700 per kilogram (kg), jauh di bawah harga pasaran Rp 1740 per kg. “Petani hanya bisa menjual ke koperasi, itu pun tidak dibayar tunai,” kata Gamal.

Gamal menuturkan, untuk menjual ke pembeli lain, petani kesulitan karena tidak memiliki armada yang cukup untuk membawa hasil kebun tersebut. Apalagi, banyak akses jalan ke kebun petani sudah mulai rusak berat.

Usaha perkebunan kelapa sawit milik BIG disita oleh Bank Mandiri dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) pada tahun 2005 lalu. Namun, hingga kini aset perkebunan itu tak kunjung laku dijual.

Akibatnya, pabrik pengolahan kelapa sawit yang berlokasi di Kalimantan Barat itu hingga kini tak kunjung beroperasi, akibatnya TBS dari petani tak mampu terserap. Sementara itu, pabrik yang menganggur sudah mulai rusak, baik karena dimakan waktu ataupun rusak akibat ulah pihak ketiga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×