kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Permintaan naik, harga karet alam bisa naik 30%


Rabu, 01 Juni 2011 / 08:15 WIB
Permintaan naik, harga karet alam bisa naik 30%
Son Ye Jin ditawari drama Korea (drakor) baru setelah Crash Landing On You. 


Reporter: Herlina KD | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Setelah sempat melemah, harga karet alam kembali merangkak naik. Berdasarkan data Bloomberg, harga karet alam di Bursa Tokyo Commodity untuk pengiriman Juni 2011 ada di level US$ 5,18 per kg. Padahal, harga karet awal pekan lalu masih ada di level US$ 4,84 per kg.

Ketua Dewan Karet Indonesia Azis Pane mengatakan kenaikan harga karet alam internasional ini disebabkan oleh pulihnya permintaan dari sektor otomotif. "Permintaan karet dari industri otomotif di Jepang sudah mulai meningkat, sehingga harga mulai naik," katanya kepada KONTAN Selasa (31/5).

Benar saja, akibat naiknya permintaan karet alam di Jepang, stok karet mentah di Jepang juga turun. Data yang dirilis Asosiasi Pedagang Karet Jepang yang dikutip Bloomberg Selasa (31/5) menyebutkan, cadangan karet mentah Jepang per 20 Mei 2011 melorot 1,7% menjadi sebesar 7.971 ton.

Azis menambahkan, akibat naiknya permintaan ini, harga karet alam internasional masih berpeluang naik sekitar 30% dari harga saat ini. "Harga masih bisa naik menjadi sekitar US$ 5,5 per kg - US$ 5,6 per kg," jelasnya.

Ketua Umum Gapkindo Asril Sutan Amir mengatakan harga karet alam internasional memang sedikit naik karena permintaan masih cukup tinggi. Lagipula, "Anomali iklim masih akan memberikan dampak terhadap produksi karet alam, khususnya di Indonesia," katanya kepada KONTAN.

Tapi, Asril bilang tahun ini produksi karet alam nasional diperkirakan masih akan sesuai dengan target. Tahun ini Gapkindo memperkirakan produksi karet alam Indonesia sebesar 2,97 juta ton, naik ketimbang produksi tahun 2010 yang sebesar 2,73 juta ton.

Hanya saja, ia memperkirakan ekspor karet alam Indonesia tahun ini akan stagnan atau sama seperti tahun lalu. Alasannya, konsumsi karet dalam negeri mengalami peningkatan sebagai dampak ekspansi industri pengguna karet. Tahun ini konsumsi karet alam dalam negeri diperkirakan naik menjadi 460 ton, naik ketimbang tahun lalu yang sebesar 439 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×