kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Permintaan Tiongkok naik, ekspor CPO naik 13,6%


Jumat, 17 April 2015 / 14:32 WIB
Permintaan Tiongkok naik, ekspor CPO naik 13,6%
ILUSTRASI. Film Concrete Utopia, film Korea terbaru 2023 dibintangi Park Seo Joon dan Park Bo Young dan wajib ditonton.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Ekspor minyak sawit Indonesia pada Maret meningkat. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat pada Maret lalu ekspor crude palm oil (CPO) mencapai 2,03 juta ton. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor Maret naik 13,6% atau sebesar 1,79 juta ton.

Dus, selama triwulan I-2015 ekspor CPO naik 13,7% menjadi 5,6 juta ton dari 4,93 juta ton pada triwulan I-2014.
 

Peningkatan ekspor CPO ini disokong oleh naiknya permintaan minyak sawit dari Tiongkok. Tercatat sampai Maret, permintaan minyak sawit dari Negara Tembok Besar itu tumbuh 138,5%. Pada Februari 2015 ekspor ke Tiongkok sebesar 98.980 ton, dan melejit menjadi 236.080 ton pada Maret 2015..

"Pengembangan biodiesel di Tiongkok mulai berjalan, dan CPO menjadi pilihan mereka karena harganya yang kompetitif,"  ujar Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif GAPKI pada Jumat (17/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×