kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pertamina alokasikan US$ 7,8 M untuk shale gas


Rabu, 15 Mei 2013 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Botol dan jarum suntik terlihat di depan bendera Afrika Selatan dan tulisan Omicron SARS-CoV-2 dalam foto ilustrasi yang diambil 27 November 2021. Tidak biasa tetapi ringan, berikut gejala varian Omicron. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Pertamina lewat anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi akan berinvestasi senilai US$ 7,8 miliar untuk pengembangan shale gas di Sumatera Utara. Untuk itu, perusahaan pelat merah ini sudah menandatangani kontrak Production Sharing Contract Migas Non Konvensional (PSC MNK) untuk area Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Karen Agustiawan, Direktur Utama PT Pertamina mengatakan, PSC MNK Sumbagut diperkirakan mengandung potensi shale gas 18,56 triliun kaki kubik. Pertamina menargetkan, produksi perdana diperoleh tahun ke-7, setelah enam tahun tahap eksplorasi perdana dengan tingkat produksi sebesar 40 MMscfd hingga 100 MMscfd.

"Pertamina berkomitmen investasi US$7,8 miliar selama masa kontrak MNK Sumbagut berlangsung," ungkap dia usai mengikuti penandatanganan PSC MNK Sumbagut dalam acara pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) yang ke-37, di Jakarta Rabu(15/3).

Penandatangan PSC MNK Sumbagut, yang merupakan PSC MNK pertama di Indonesia sekaligus menempatkan Pertamina sebagai pioneer untuk pengembangan shale gas di Tanah Air. Karen mengatakan, proses pengusulan investasi MNK Sumbagut oleh Pertamina telah dimulai sejak 2011 lalu, yang diawali studi bersama Tim Pemerintah.

Dalam Operasionalnya, Wilayah Kerja MNK Sumbagut akan dioperasikan oleh PT PHE MNK Sumbagut. Pemerintah sejatinya melakukan berbagai studi untuk mengetahui potensi Migas Nonkonvensional yang ada di Indonesia, dimana diketahui Indonesia memiliki potensi shale gas sebesar 574 TCF dan potensi CBM sebesar 453 TCF.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×