kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pertamina butuh mitra di East Natuna


Jumat, 21 Juli 2017 / 17:52 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA. Pemerintah segera menyerahkan seluruh participating interest (PI) atau hak partisipasi di blok East Natuna kepada PT Pertamina. Pemerintah berharap perusahaan pelat merah itu bisa mencari mitra untuk mengembangkan blok tersebut.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar menyatakan seluruh perusahaan migas di dunia pasti membutuhkan mitra. Pasalnya pengembangan lapangan migas membutuhkan teknologi, pendanaan yang besar, serta berisiko tinggi. "Dalam migas risiko dikelola dengan bermitra,"kata Arcandra, Jumat (21/7).

Sayang, hingga saat ini Arcandra belum tahu mitra Pertamina yang baru di blok East Natuna. Yang jelas pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses pencarian mitra di Blok East Natuna kepada Pertamina.

Dengan begitu Pertamina bisa segera mengembangkan blok East Natuna. Pasalnya produksi gas dari blok East Natuna diproyeksi cukup besar hingga mencapai 226 trillion cubic feet (TCF) namun memiliki kandungan Co2 yang cukup tinggi hingga mencapai 72%.

Biarpun begitu, jika diproduksi, potensi gas tersebut masih lebih besar hingga mencapai empat kali dari produksi gas Masela yang hanya berkisar 10 TCF. Sehingga jika dikembangkan potensi produksi gas dari blok East Natuna masih mencapai 46 TCF.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×