kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pertamina Hulu Energi kejar target pengeboran


Jumat, 11 Oktober 2019 / 17:45 WIB

Pertamina Hulu Energi kejar target pengeboran
ILUSTRASI. ika.puspitasari- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) masih terus berupaya memperbaiki kinerja dalam melakukan pengeboran sumur di tahun 2019. Pada tahun ini, PHE menargetkan pengeboran sumur eksplorasi, sumur pengembangan dan sumur pengerjaan ulang.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) masih terus berupaya memperbaiki kinerja dalam melakukan pengeboran sumur di tahun 2019. Pada tahun ini, PHE menargetkan pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 9 sumur, pengeboran sumur pengembangan sebanyak 33 sumur dan pengeboran sumur pengerjaan ulang sebanyak 56 sumur.

Direktur Utama PHE Meidawati mengungkapkan, pihaknya memproyeksikan pengeboran sumur eksplorasi hingga akhir tahun hanya akan mencapai lima sumur. "Sementara sumur pengembangan bisa mencapai 39 sumur dan workover sebanyak 56 sumur," ungkap Meidawati ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (11/10). 

Baca Juga: Demi dorong investasi, ini sejumlah program Apermigas

Untuk sumur pengembangan, wilayah yang menjadi fokus yakni Blok Siak dan Kampar.

Meidawati menambahkan, per September 2019 telah terealisasi satu pengeboran sumur eksplorasi dan satu lagi sedang dalam fase pengerjaan. Adapun, sumur pengembangan sebanyak 31 dengan dua sumur dalam tahapan pengeboran. Selain itu, sumur workover telah terealisasi sebanyak 36 sumur serta lima lainnya dalam tahapan pengeboran.

"Ada macam-macam masalah, mulai dari pengadaan rig, kejadian kebocoran gas YYA-1 dan perizinan," terang Meidawati. Pengadaan rig yang sulit dialami terutama untuk blok-blok yang ada di lepas pantai (offshore).

Kendati demikian, Meidawati menegaskan, pihaknya masih terus mengupayakan agar dapat merealisasikan sejumlah target pengeboran.

Baca Juga: Dorong potensi migas, ini sejumlah strategi SKK Migas

Kontan.co.id mencatat, Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan pengeboran lima sumur minyak dan gas bumi di Blok Nunukan dalam dua tahun ke depan sebagai upaya peningkatan produksi.


Reporter: Filemon Agung
Editor: Tendi

Video Pilihan


×