kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pertamina Hulu Energi (PHE) targetkan pengeboran lima sumur migas di Nunukan


Minggu, 08 September 2019 / 15:51 WIB
Pertamina Hulu Energi (PHE) targetkan pengeboran lima sumur migas di Nunukan
ILUSTRASI. HARGA MINYAK DUNIA

Reporter: Filemon Agung | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan pengeboran lima sumur minyak dan gas bumi di Blok Nunukan dalam dua tahun ke depan sebagai upaya peningkatan produksi.

Direktur Eksplorasi PHE Abdul Mutalib Masdar mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pengeboran untuk lima sumur pada Blok Nunukan. "Rencananya empat hingga lima sumur, tapi tahun ini tiga sumur untuk konfirmasi cadangan yang kita akan produksi," terang Abdul di Jakarta, Jumat (6/9).

Adapun, pengeboran tiga sumur ini diharapkan mampu menambah potensi temuan migas sebesar 19 million barrels of oil equivalent (MMboe) untuk tiap sumurnya. Lebih jauh Abdul mengungkapkan, pengeboran setiap sumur diperkirakan akan menelan investasi sebesar US$ 20 juta hingga US$ 30 juta.

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi bidik potensi migas di area perbatasan

Meski pengeboran ditargetkan pada tahun ini, Abdul menilai proyek ini baru akan rampung pada kuartal dua atau kuartal tiga tahun mendatang. Pengadaan rig yang sulit disebut Abdul sebagai penyebab mundurnya proyek ini yang sudah dicanangkan sejak awal tahun lalu.

"Semua bergantung pada rig, kalau pengadaan bisa lebih cepat maka pengeboran bisa dilakukan pada kuartal tiga atau kuartal empat tahun ini," jelas Abdul. Masih menurut Abdul, pengeboran tiap sumur rata-rata memakan waktu 100 hari.

Optimisme PHE, menurut Abdul didukung oleh potensi migas yang ada di Tarakan Basin. Menurut Abdul potensi Cekungan Tarakan yang berada di Kalimantan bagian Utara akan bisa dioptimalkan dengan kerja keras dan teknologi baru. 

Baca Juga: Pertamina Kelola 40% produksi migas nasional

“Potensi yang ada di Tarakan Basin memiliki potensi lebih dari 2 BBOE atau miliar oil ekuivalen. Dimana sebagian dari potensi ini dimiliki oleh PHE dengan 4 Wilayah Kerja (WK) operator, yaitu PHE Nunukan, JOB Simenggaris, PHE Maratua dan East Ambalat," terang Abdul

Asal tahu saja, penemuan sumur migas Parang-1 di Blok Nunukan, yang memiliki potensi cadangan sebesar 221 MMBOE menjadikan Blok Nunukan sebagai salah satu dari 10 penemuan migas terbesar di dunia. 

Adapun, sebelumnya Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan telah ada kepastian seputar pembeli gas untuk Blok Nunukan. Menurut Dwi, gas produksi Blok Nunukan akan diserap industri Petrokimia.

Baca Juga: SKK Migas sambut positif kehadiran fasilitas pajak untuk industri migas

"Kami targetkan ada industri petrokimia di sana, yang berminat sudah ada. Ada dua investor berminat di petrokimia dan mini LNG," jelas Dwi.

Asal tahu saja, saat ini pemegang interest WK Nunukan adalah PHE Nunukan Company (operator) dengan saham sebesar 64,5%, BPRL Ventures Indonesia B.V dengan saham sebesar 12,5%, dan Videocon Indonesia Nunukan Inc. mengapit saham sebesar 23%. 




TERBARU

Close [X]
×