kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pertamina kucurkan 1,227 kiloliter BBM subsidi


Senin, 26 November 2012 / 16:10 WIB
ILUSTRASI. Kandungan Nutrisi dan Manfaat Kubis


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pertamina kembali mengucurkan bahan bakar minyak bersubsidi (BBM) sebesar 1,227 juta kiloliter. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, penambahan BBM subsidi ini lantaran terjadi kelangkaan di berbagai daerah.

Rinciannya. 400.000 kiloliter premium dan selebihnya solar. Hanung mengatakan, ada antrean panjang di berbagai daerah yang memicu konflik horizontal. "Konflik di Kutai Barat itu awalnya karena antrean BBM bersubsidi yang berlanjut ke isu SARA," ujar Hanung, Senin (26/11).

Hingga 24 November lalu, Pertamina telah mengucurkan 90,08% BBM bersubsidi dari kuota tahun ini sebesar 44,04 juta kiloliter. Dengan rincian, premium sebanyak 25,2 juta kiloliter dan solar sebanyak 12,9 juta kiloliter.

Dengan pengucuran BBM subsidi ini, Pertamina mengeluarkan biaya setara Rp 6 triliun. "Hitung saja, tiap liter (BBM bersubsidi) yang dikonsumsi itu subsidinya Rp 5.000. Kalikan saja dengan 1,22 juta kl, sekitar Rp 6 triliun lah," ujarnya.

Menurut Hanung uang Pertamina tersebut nantinya akan diganti oleh Kementrian Keuangan setelah ada verifikasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terlebih dahulu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×