kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pertamina mencari mitra proyek kilang Balikpapan


Jumat, 03 Agustus 2018 / 06:22 WIB
ILUSTRASI. Kilang Minyak Pertamina


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina mencari mitra strategis untuk mengembangkan sejumlah proyek kilang. Salah satu proyek kilang itu adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Heru Setiawan, mengatakan Pertamina baru akan memulai market sounding untuk mencari mitra di proyek RDMP Balikpapan pada tahun ini.

Meski belum memulai market sounding, Pertamina telah menerima penawaran kemitraan dari dua perusahaan. "Yakni perusahaan yang berasal dari Azerbaijan dan perusahaan dari Jepang," ungkap dia, Selasa (1/8).

Secara terperinci, Heru menyebutkan identitas kedua perusahaan tersebut, yakni Socar asal Azerbaijan dan JX Nippon yang berasal dari Jepang. Tahun 2016, JX Nippon hampir menjadi mitra Pertamina di proyek RDMP Balikpapan.

Namun kerjasama tersebut urung terjadi. Kala itu, Pertamina dan JX Nippon tidak menemui kata sepakat terkait dengan besaran nilai investasi dan waktu pengerjaan proyek RDMP. JX Nippon mengharapkan proyek digarap lebih lama 2-3 tahun dari target Pertamina.

Selain kedua perusahaan itu, Pertamina masih membuka peluang bermitra dengan perusahaan lain. Hingga saat ini Pertamina belum memutuskan siapa mitra di proyek RDMP Balikpapan. "Kami sudah punya data mengenai mitra kami. Nanti kami buka lagi, rencananya tahun ini," imbuh Heru.

Pertamina mencari lebih dari satu mitra untuk menggarap RDMP Balikpapan. Yang pasti, Heru menegaskan Pertamina masih akan tetap memegang kendali dengan memiliki saham mayoritas di proyek RDMP Balikpapan.

Sejauh ini proyek RDMP Balikpapan dalam tahap persiapan konstruksi. Pertamina akan menunjuk kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) pada November atau Desember 2018, sehingga tahapan konstruksi RDMP Balikpapan dimulai awal tahun depan.

Selain mencari mitra di proyek RDMP Balikpapan, Pertamina berencana menambah mitra di proyek RDMP Cilacap. Sebelumnya, perusahaan migas pelat merah ini telah membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan Saudi Aramco di proyek RDMP Cilacap pada 22 Desember 2016.

Belakangan, Pertamina berniat spin off atau mengalihkan aset. "Kami mesti bicara dengan Saudi Aramco," ujar Heru. Namun dia memastikan proyek RDMP Cilacap tetap berjalan dan saat ini dalam tahap pembebasan lahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×