kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pertamina menolak kiriman minyak dari Libia


Kamis, 22 September 2016 / 06:00 WIB
Pertamina menolak kiriman minyak dari Libia


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Pertamina menunda pembelian minyak mentah dari perusahaan Libia, Glencore, sebanyak dua kargo. Alasannya setibanya di Kilang Balikpapan, pesanan tidak sesuai dengan permintaan.

Pesanan pada pengiriman September ini takarannya 70% sarir crude (jenis super heavy) dan 30% mesla, tetapi yang datang malah 70% mesla dan 30% sarir.

Daniel S. Purba, Vice President ISC Pertamina, menjelaskan, tertundanya pasokan minyak dari Libya itu karena adanya gangguan produksi alias shutdown di Blok migas Libya.

"Karena itu tertunda, tidak tahu sampai kapan. Fokus kami karena tidak masuk (dari Libia) maka kami atasi dari domestik," kata Daniel, dalam jumpa pers, Rabu (21/9).

Dia bilang, minyak Kilang Balikpapan berasal dari tambahan minyak Lapangan Minas, Lapangan Duri dan Lapangan Banyu Urip. Kebutuhan kilang Balikpapan sendiri sekitar 250.000 barel per hari.

"Saya belum menghitung kerugian tertundanya pasokan dari Libia," ungkap dia.

Inas Nasrullah Zubir, Anggota DPR Komisi VII dari Hanura bilang, minyak dari Glencore itu memang sudah datang ke Kilang Balikpapan. "Ini sudah saya persoalkan sebelumnya, makanya ISC sekarang menolak," kata dia.

Namun begitu, dirinya menganggap kesalahan itu sudah selesai. Ia mendapat informasi, perbedaan komposisi itu karena gejolak yang terjadi di Libia, sehingga produksi sarir merosot, maka dikurangi komposisi sarir. "Kabarnya belum dibayar Pertamina," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×